SABUROmedia, Ambon — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, Ibu Suriyanti Anwar., S.STP., M.Si ajak Perkuat Pemberdayaan Koperasi Pemuda Masjid untuk mendorong kemandirian ekonomi umat dan melahirkan wirausaha muda di Maluku.
Hal ini disampaikan dalam audience bersama BKPRMI Maluku, Kamis (10/09/2026) di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, Karang Panjang Ambon.
Oleh karena itu, Ibu Kadis menekankan, penguatan koperasi juga membutuhkan dukungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang memiliki peran strategis dalam memberikan pandangan keilmuan, pembinaan, dan jejaring intelektual.
” Hal itu untuk memastikan gerakan ekonomi kerakyatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya
Ibu Suriyanti Anwar berharap BKPRMI bisa membangun koperasi atau mendorong pemuda remaja masjid yang ada di lingkungan keluarga besar BKPRMI untuk mulai menjadi Pelaku UMKM kedepannya, harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar menyambut baik hal ini, sebagai tindaklanjut MoU Kementerian Koperasi RI dengan DPP BKPRMI No: 15/NKB/M.KOP/2026 dan 075-B/DPP-BKPRMI/V/2026 tentang Pemberdayaan Koperasi Pemuda Masjid di Seluruh Indonesia di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI di The Tavia Heritage Hotel – Jakarta, 14 Mei 2026 yang lalu.
Sejalan dengan itu, komitmen nasional Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang telah menandatangani kesepakatan strategis dengan Kementerian Koperasi RI, DPW BKPRMI Maluku melalui LPEKIN diajak untuk mempercepat realisasi program gerakan koperasi masjid di tingkat daerah.
“ Kita dorong Masjid sebagai Pusat Ekonomi Rakyat, dimana Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban dan pemberdayaan sosial-ekonomi. Dengan membentuk dan memperkuat Koperasi Pemuda Masjid, kader BKPRMI dapat mengelola unit usaha riil yang melayani kebutuhan jema’ah dan masyarakat sekitar, “ Ungkapnya
Sesuai dengan arahan strategis ketahanan nasional, pemuda masjid didorong untuk mengambil peran dalam membangun kemandirian pangan. Koperasi Pemuda Masjid di Maluku dapat menjadi rantai pasok atau distributor produk-produk pangan lokal, sekaligus bermitra dengan petani dan nelayan setempat, harapnya.
Pemuda remaja masjid di era digital harus mampu beradaptasi dengan teknologi. Koperasi yang dikelola oleh pemuda masjid disarankan menerapkan sistem pembayaran digital, e-commerce lokal, serta manajemen inventaris berbasis aplikasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan efisien, jelasnya.
Pemberdayaan ini membutuhkan sinergi yang kuat. BKPRMI di semua tingkatan diharapkan aktif membangun kemitraan dengan Dinas Koperasi Kab/ Kota, instansi pendidikan (seperti universitas lokal), perbankan syariah, serta dunia usaha untuk mendapatkan akses pelatihan, pendampingan regulasi, dan permodalan, pinta Ilham, yang juga menjabat salah satu Ketua DPP BKPRMI ini.
Melalui gerakan ini, BKPRMI di Maluku tidak hanya membentengi pemuda secara spiritual, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap tantangan lapangan kerja dan kemandirian finansial generasi muda, tutupnya (SM)