SABUROmedia, Buru Selatan — Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru Selatan, H. La Fata., S.Ag., MH yang diwakili KTU, Ny Hj Halima Alkatiri., M.Ikom membuka secara resmi Musyawarah Daerah ke-II Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kab Buru Selatan Periode 2026 – 2031, pada Jum’at pagi (28/08/2026) di Penginapan Sartika 2, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.

Tampak hadir pula pada kegiatan ini Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kab Buru Selatan, Koordinator Presidium MD Kahmi Buru Selatan, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, SEMI, DPD BKPRMI Kab Buru Selatan, Ketua Umum DPW bersama Dirwil LPPSDM BKPRMI Provinsi Maluku, Peserta LMD-1 dan beberapa undangan.

Dalam sambutannya, atas nama pribadi dan Kantor Kementerian Agama Kab Buru Selatan, KTU yang membacakan sambutan tertulis Kakankemenag menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran BKPRMI atas kontribusi aktifnya dalam membina generasi muda Islam di kota ini.

Selanjutnya, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru Selatan, Ibu Hj Halima Alkatiri, M.I.Kom., dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Musyawarah Daerah hendaknya menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis BKPRMI ke depan.

“ Musyawarah hendaknya dilaksanakan dengan semangat ukhuwah, kebersamaan, keterbukaan dan mengutamakan kepentingan ummat. Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah hal yang wajar, namun hendaknya perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik,” ucapnya.

Ia berharap kepengurusan dan program kerja yang dihasilkan melalui Musda II benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan kehidupan keagamaan di Kabupaten Buru Selatan.

Halima juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi bersama organisasi keagamaan, lembaga kemasyarakatan, para ulama, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.

“ Mari kita bersama-sama membangun dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan dan mempersatukan, sekaligus memperkuat moderasi beragama, toleransi dan kerukunan umat beragama,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kab Buru Selatan Periode 2022 – 2026, Sadam Hasan., S.Sos menyebutkan pihaknya intens menjalin komunikasi dengan Pemkab dan Kemenag Buru Selatan. BKPRMI Buru Selatan juga mendukung berbagai program Pemerintah Daerah, dan siap senantiasa berkolaborasi dalam meyukseskan agenda – agenda pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan dan pemberdayaan Pemuda Remaja Masjid, Ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, lanjut anggota DPRD Kab Buru Selatan ini, BKPRMI Buru Selatan berupaya menguatkan kelembagaan maupun kadernya. Banyak program yang sudah kita inisiasi, diantaranya pembantukan Lembaga Pemantau Pemilu BKPRMI Bursel pada Pilkada Tahun 2024, Advocacy Penistaan Agama bersama MUI Kab Buru Selatan pada Januari 2026 serta BKPRMI Kabupaten Buru Selatan juga menyalurkan bantuan Rp2,5 Juta untuk Kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyambutan Disabilitas pada juni 2026.

Tidak hanya itu, BKPRMI Buru Selatan juga juga ikut menjalankan kegiatan sosial seperti galang dana bagi masyarakat terdampak Bencana Sumatera pada Januari 2026 yang lalu.

Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar., ST., M.Si dalam arahannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BKPRMI Kabupaten Buru Selatan atas perjuangannya hingga BKPRMI bisa hadir dan insya allah eksis kedepan dalam membina generasi muda Islam di Bumi Lolik Lalen Fedak Fena, khususnya remaja masjid, agar senantiasa aktif dalam kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, dan penguatan akhlak di tengah masyarakat.

Menurut Ilham momentum Musda II BKPRMI ini adalah momentum strategis organisasi sebagai sarana evaluasi perjalanan organisasi, selain memilih kepemimpinan baru, juga menetapkan Program Kerja dan kebijaksanaan umum organisasi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemasyarakatan, disamping sarana konsolidasi dan introspeksi diri, agar langkah-langkah ke depan semakin kokoh dan sejalan dengan visi pembangunan daerah, jelasnya.

Ilham juga menitipkan Citra diri kader BKPRMI harus menginternalisasi bagi setiap Pengurus BKPRMI, yang dikenal sebagai Lima Citra Pemuda Remaja Masjid Indonesia yang tercantum resmi dalam pedoman organisasi, yakni Muwahhid (Pemersatu), Mujahid (Pejuang), Musaddid (Pelurus), Muaddib (Pendidik) dan Mujaddid (Pembaharu).

Manurutnya, Kembali ke Masjid sebagai Muwahid Pemersatu Umat, memiliki makna yang sangat mendalam.

” Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat peradaban, tempat lahirnya pemikiran, persatuan, dan gerakan umat.

Kembali ke masjid berarti mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat kehidupan umat yang menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan, solidaritas sosial, dan semangat perubahan menuju kebaikan bersama”, ujarnya.

Diakhir penyampaiannya, dia mengajak seluruh kader BKPRMI dan semua pihak yang hadir di acara ini untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, ditengah berbagai keterbatasan yang ada.

Semoga Musda II ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, dan menjadi langkah awal bagi kebangkitan pemuda masjid sebagai garda terdepan dalam membangun umat dan daerah”, tutupnya. (SM)