SABUROmedia, Ambon — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan diisi oleh Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melalui seminar bertajuk “ Kemerdekaan Energi Indonesia ”.
Seminar ini akan mengangkat tema : “ Gas Abadi Blok Masela untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia ”, dengan fokus pada strategi mewujudkan kedaulatan energi, hilirisasi, serta peningkatan nilai tambah sumber daya alam bagi Indonesia.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk membedah posisi Blok Masela dalam agenda ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Selain membicarakan potensi besar gas abadi yang berada di wilayah Maluku, forum ini juga akan mengulas bagaimana pengelolaan sumber daya energi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia.
Sejumlah tokoh dari latar belakang pemerintahan, akademisi dan keagamaan dijadwalkan tampil sebagai pembicara. Salah satu tokoh yang menjadi narasumber adalah Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, Rektor Universitas Pattimura.
Peran perguruan tinggi, penguatan sumber daya manusia dan kesiapan Maluku dalam menghadapi industri energi berskala besar menjadi bagian penting yang dapat dibahas dalam forum tersebut.
Selain itu, ada Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M, yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Negosiasi, Diplomasi dan Kerjasama Mineral dan Batubara, sekaligus Komisaris PT Pertamina International Shipping.
Dengan pengalaman dan posisinya dalam sektor strategis energi nasional, Nicholas Wattimena diharapkan memberikan perspektif mengenai arah kebijakan energi, kepentingan nasional serta strategi agar kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk Gas Abadi Blok Masela, dapat memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa dan rakyat.
Tokoh nasional lainnya yang turut hadir sebagai pembicara adalah Pdt. Dr. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty., S.Th., S.Fil., MA, selaku Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Kehadirannya akan memperkuat perspektif sosial dan moral dalam diskusi tentang pengelolaan sumber daya alam, khususnya bagaimana pembangunan dan pemanfaatan energi harus tetap berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung semangat “Membangun Negeri dengan Energi Kita Sendiri”, seminar ini menegaskan bahwa kemerdekaan energi tidak hanya berbicara tentang besarnya sumber daya yang dimiliki Indonesia. Lebih dari itu, kemerdekaan energi harus diwujudkan melalui kemampuan bangsa mengelola sumber daya secara berdaulat, memperkuat hilirisasi, menciptakan nilai tambah dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Dengan menghadirkan para tokoh yang memiliki latar belakang dan perspektif berbeda, Senior GMKI berharap seminar ini dapat melahirkan gagasan serta pandangan strategis mengenai masa depan Blok Masela dan kontribusinya bagi Maluku maupun Indonesia.
Forum ini menjadi salah satu momentum refleksi menjelang peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, bahwa kekayaan energi nasional harus menjadi kekuatan bangsa untuk membangun negeri, memperkuat kedaulatan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (SM)