SABUROmedia, Ambon – Sebanyak 25 Siswa kelas XII SMA Laboratorium Unpatti, didampingi guru mata pelajaran Informatika Chrissandy Sapulette., S.Math, MCS melakukan pengambilan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Selasa (11/08/2026).

Riset yang diambil dengan judul “ Prediksi Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Ambon menggunakan metode Time Series “.

Data yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain perkembangan jumlah kasus narkoba, jumlah tersangka, barang bukti, jenis narkotika yang paling banyak digunakan serta data rehabilitasi dalam kurun waktu 5 tahun terakhr.

Penggunaan data historis itu diharapkan dapat membantu para siswa memahami pola perkembangan kasus narkoba dari waktu ke waktu, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model prediksi menggunakan teknologi machine learning.

Chrissandy Sapulette., S.Math., MCs, Guru Pendamping mengatakan, bahwa penelitian tersebut dirancang agar pembelajaran informatika tidak terhenti pada teori maupun kemampuan teknis pemrograman, tetapi dapat diarahkan untuk membaca dan memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.

“ Jadi siswa tidak hanya belajar coding atau membuat program, tetapi juga belajar bagaimana data dapat digunakan untuk memahami masalah. Dalam konteks penelitian ini, mereka belajar melihat persoalan narkoba secara objektif melalui data, “ ungkapnya

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Indra Gunawan., S.IK., MH menyambut baik penelitian yang dilakukan pelajar ini.
“ Kami menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan Pelajar SMA Laboratorium Unpatti ini. Anak – anak muda harus diberikan pemahaman bahwa data bukan hanya angka, tetapi menjadi informasi penting untuk memahami suatu persoalan dan mencari solusi, harujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rosita Umasugi., S.IK mengatakan, keterlibatan pelajar dalam penelitian narkotika menunjukan generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“ Pencegahan Narkoba adalah tanggungjawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, Keluarga, PT, Pemerintah, Masyarakat dan generasi muda harus bergerak bersama. Edukasi dan literasi dalam investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi masa depan, “ jelasnya.

Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan berbagai inovasi pencegahan narkoba, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai instrument edukasi generasi muda (SM)