SABUROmedia, Ambon – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Maluku menghadiri Undangan Pembukaan Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Gedung Kristen Center Ambon, Rabu (25/06/2026).
Hadir Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak & Keluarga Karni Wally, Wakil Direktur LPPTKA BKPRMI, Ust Apridani Silimbona., S.H.I dan Staf Brigade Masjid Wilayah (Brimaswil) BKPRMI Maluku, F. Takbir Tukloy mewakili BKPRMI Maluku dalam acara tersebut.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak & Keluarga BKPRMI Maluku, Ustadzah Karni Wally., S.Hi ke SM, menyambut baik pelaksanaan event Nasional ini di Kota Ambon, apalagi bertema “ Kepulauan “ sebagai momentum bersejarah bagi pemuda dan mahasiswa di Provinsi Kepulauan Maluku, khususnya generasi muda Islam dalam mendukung program pembangunan daerah serta memperkuat moderasi beragama, ujar Karni, yang juga ASN Kemenag Maluku ini.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar XIV KAMMI, Mustakim Rumasukun dalam laporan Ketua Panitia, membakar semangat lebih dari 300-an peserta yang hadir.
Ia menegaskan bahwa pemilihan tema : “ Muktamar Kepulauan, Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa Muslim Untuk Indonesia Maritim yang Berkeadilan dan Berdaulat “ merupakan hasil diskusi panjang dan representasi dari perjuangan masyarakat Maluku demi keadilan wilayah maritim di mata pemerintah pusat. Namun dia menegaskan, KAMMI tetap indefendensi, tanpa ada menerima bantuan Pemerintah, termasuk Pemprov maupun Kab/ Kota Se-Maluku.
Dia menambahkan, seluruh pembiayaan kegiatan murni bersumber dari gotong royong kader, pengurus pusat, alumni, dan para simpatisan yang bergerak atas dasar ideologi non-partisan, jelas Rumasukun, yang juga Mahasiswa Pascasarjana Unpatti ini.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI, Muhammad Amri Akbar, dalam sambutannya memetakan arah gerakan mahasiswa ke depan.
Menurutnya, setelah melewati fase perebutan identitas pasca-kemerdekaan dan fase konsolidasi demokrasi pada reformasi 1998, saat ini gerakan mahasiswa berada di fase ketiga: “ Komposisi dan Penguasaan Sumber Daya ”
“ Kami tidak ingin kader kami gagap dalam membaca perubahan. Di tengah situasi yang kondusif ini, kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung, baik senior, presidium formatur, maupun Sekjen dari Maluku,” Pintanya.
Amri juga menyampaikan permohonan maaf jika ada dinamika organisasi yang sempat memanas, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang mengawal keamanan acara.

Sementara itu, Staf ahli Gubernur Maluku bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan, Umar Alhabsy, yang mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam sambutan tertulisnya, menekankan strategisnya posisi Maluku yang memiliki luas wilayah laut mencapai 93,52% (6.166.365 km2) dengan total 1.422 pulau.
Beliau juga menekan peran pemuda sebagai motor penggerak sosial, intelektual, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan modern.
” Saat ini banyak pemuda Islam yang berprestasi di tingkat internasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan, bahasa, dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislamannya,” Pungkasnya.
Melalui momentum Muktamar XIV KAMMI di Kota Ambon ini, Pemprov Maluku juga menitipkan tiga pesan penting bagi kader KAMMI, yakni :
1. Contoh Demokrasi Sehat: Jadikan Muktamar ini sebagai laboratorium demokrasi yang dewasa, sehat dan santun, tanpa menjatuhkan satu sama lain;
2. Mentalitas Tangguh: Jangan jadikan tantangan geografis kepulauan sebagai kelemahan, melainkan sumber kekuatan dengan melahirkan kader yang tangkas dan luas dalam berpikir;
3. Program Berdampak Nyata: Rumuskan program kerja yang menyentuh langsung kepentingan rakyat, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga pelestarian wilayah pesisir, pesannya.
Pembukaan Muktamar XIV KAMMI berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, unsur Pemerintah dan OPD Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, OKP/ Ormas Provinsi Maluku, akademisi, serta kader KAMMI dari seluruh Indonesia. (SM)