SABUROmedia, Ambon — Kompetisi World of Dance Indonesia bertajuk “ Where Champions are Made ” resmi digelar di Taman Budaya Karpan Ambon, pada Sabtu (18/04/2026).

Ajang bergengsi tingkat internasional ini menjadi momentum bersejarah, bisa menjadi pemantik generasi muda untuk berkarya, karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Timur Indonesia, tepatnya di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, beliau membuka secara resmi kegiatan ini.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan Walikota Ambon, bahwa kehadiran World of Dance di Ambon bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk pengakuan atas potensi besar generasi muda Maluku di bidang seni tari.

Menurutnya, Ambon selama ini dikenal luas sebagai Kota Musik. Namun, lewat ajang ini, Ambon kembali membuktikan diri sebagai kota yang kaya akan talenta seni lintas bidang.

Ia menyebut, anak-anak Maluku memiliki kemampuan teknik, kedisiplinan, serta karakter kuat yang mampu bersaing di panggung global.

“ Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Panggung internasional kini hadir di Ambon. Ini kesempatan emas bagi generasi muda untuk menunjukkan jati diri, kreativitas, dan kualitas mereka kepada dunia,” demikian pesan Wali Kota yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kompetisi ini diikuti oleh 64 peserta yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Upper Division, Junior Division, dan Team Division. Para peserta datang dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Maluku seperti Ambon, Dobo, dan Tual, tetapi juga dari luar daerah seperti Kupang (NTT).

Bahkan, ajang ini turut diramaikan oleh peserta mancanegara dari India dan Ukraina, menambah nuansa internasional dalam kompetisi tersebut.

Kredibilitas ajang ini semakin kuat dengan kehadiran dewan juri profesional berkelas dunia, yakni Chips Beltran, D’big Will, Zaihar, Jakson Boogie, dan Semmy Blak.

Para juri ini berasal dari berbagai latar belakang internasional, termasuk Jakarta, Malaysia, Singapura, Australia, hingga Jepang, yang memberikan penilaian objektif dan profesional terhadap setiap penampilan.

Sementara itu, penyelenggaraan kegiatan ini dipimpin oleh Ketua WoD Indonesia, Jimmy Lumintang, bersama tim yang sukses menghadirkan standar kompetisi internasional di Ambon.

Dalam pesannya kepada seluruh peserta, Wali Kota Ambon memberikan motivasi agar para penari tampil dengan penuh percaya diri dan kejujuran ekspresi. Ia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal meraih juara, tetapi tentang keberanian menampilkan identitas diri di atas panggung.

“ Panggung ini milik kalian. Berikan seluruh energi kalian, tunjukkan karakter kalian, dan yang paling penting, menarilah dengan hati. Menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi, tetapi menunjukkan identitas diri adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pesannya. (SM)