SABUROmedia, Ambon — Pemerintah Kota Ambon berkomitmen meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu, melalui rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, mengatakan langkah tersebut didorong oleh masih banyaknya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan secara optimal akibat status kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif.

” Jadi kita menemukan kasus bahwa banyak masyarakat Kota Ambon yang BPJS-nya tidak aktif sehingga tidak terlayani dengan baik. Walaupun pada akhirnya Pemerintah Kota memberikan jaminan, namun penanganan pada kondisi darurat bisa saja terlambat,” ujar

Walikota Ambon saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Selasa (09/06/2026).

Menurutnya, kehadiran RSUD Kota Ambon merupakan salah satu solusi untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga miskin, memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi.

” Kami berharap jika rumah sakit ini sudah dibangun, maka masyarakat miskin menjadi prioritas utama. Kita memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Mereka yang masuk kategori desil satu sampai empat, baik memiliki BPJS maupun tidak, akan mendapatkan pelayanan terlebih dahulu dan gratis,” tegasnya.

Wattimena menambahkan, pembangunan RSUD Kota Ambon merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, cepat, dan berkualitas bagi seluruh warga kota.

Dengan adanya RSUD tersebut, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan hanya karena kendala administrasi kepesertaan BPJS maupun keterbatasan ekonomi. (SM)