SABUROmedia, Ambon — Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Maluku, Bisri Assidiq Latuconsina., S.Sos., M.Si melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dilingkungan Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Maluku.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader BKPRMI – Pemuda Remaja Masjid mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhinneka Tunggal Ika.
Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar., ST., M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kemitraan dan sinergitas program Senator Boy Latuconsina selama ini.
Beliau sekaligus Pemateri Empat Pilar Kebangsaan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat peran BKPRMI yang bersifat keislaman, keumatan, kemasjidan, kepemudaan, kemasyarakatan, dan ke-Indonesiaan, hal ini sejalan dengan tema kegiatan hari ini.
“ BKPRMI bertujuan memberdayakan dan mengembangkan potensi Pemuda Remaja Masjid agar bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki wawasan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang utuh dan kokoh, serta senantiasa memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, perjuangan dan sosial budaya dengan tetap berpegang teguh kepada prinsip aqidah, ukhuwah dan dakwah Islamiyah untuk mewujudkan masyarakat marhamah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ ujarnya.
Selain itu, kegiatan sosialisasi empat pilar ini juga merupakan ikhtiar MPR RI dan juga BKPRMI untuk menciptakan suasana yang kondusif di penghujung Tahun, khususnya menyambut Natal dan Tahun Baru 2026.
“ Kegiatan ini sangat penting, karena kita banyak diperhadapkan dengan berbagai konflik sosial ditengah – tengah masyarakat kita akhir – akhir ini, dimana kita khawatirkan residu – residu ini tidak sampai mengganggu Kamtibmas yang semakin baik saat ini. Untuk itu diperlukan suasana yang kondusif dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga, ditengah kesulitan bangsa menghadapi bencana Sumatera, juga ditengah efisiensi anggaran yang kita hadapi, ” tutur Ilham saat memberikan materi di Aula SMAN 13 Ambon, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, pada Rabu pagi (24/12/2025).
Menurutnya, sebagai salah satu langkah untuk membangun kesadaran bersama dan pengamalan terhadap empat pilar, BKPRMI merasa terpanggil untuk mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini.
Apalagi saat ini Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika mulai terlupakan pemaknaan dan pengamalannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“ BKPRMI sebagai wahana komunikasi dari organisasi pemuda dan remaja masjid untuk pengembangan program secara komunikatif, informatif, konsultatif, koordinatif dan kemitraan (mitra pemerintah) memiliki tanggung jawab dan terpanggil untuk bersama-sama dengan Pemerintah dalam memberi pemahaman terkait nilai kebangsaan kepada seluruh masyarakat,” ucapnya.
“ Termasuk dalam hal ini kaum pemuda remaja masjid, khususnya BKPRMI yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan bangsa,” tambahnya.
Ilham juga berharap, Senator Boy, bisa menjadi inspirasi anak muda lainnya, dimana beliau juga bagian Keluarga Besar BKPRMI ini dengan latar belakang aktifis yang dimilikinya, untuk memaksimalkan potensi peran dan fungsi Senator untuk mendukung kemajuan daerah ini. Kita yakin beliau akan menjadi pembeda, kita lihat selama ini peran DPD kurang dirasakan langsung oleh masyarakat, kita berharap dan nantikan periode berjalan kedepan, ujarnya.
Sementara itu, Senator Boy Latuconsina dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya generasi muda, khususnya elemen Pemuda, untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“ Etnonasionalisme yang berkembang di era ini sangat berbahaya, ideologi yang mendefinisikan bangsa berdasarkan etnisitas, keyakinan bahwa suatu negara seharusnya homogen secara etnis dengan bahasa, budaya, dan leluhur yang sama, seringkali tekanan keunggulan kelompok etnis sendiri dan dapat mengarah pada eksklusi atau bahkan konflik terhadap etnis minoritas, berbeda dengan nasionalisme kewarganegaraan yang berdasarkan nilai bersama, yang dahulu kita tidak temukan. Untuk itu, Empat Pilar ini adalah fondasi bangsa kita. Tanpa pemahaman yang kokoh terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, maka kita akan mudah terpecah dan tergelincir dalam konflik.,” tegas Boy.

Mantan Ketua KNPI Provinsi Maluku Periode 2012 – 2016 ini juga mengajak peserta untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keutuhan bangsa dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan, terutama di era digital saat ini.
Mengakhiri sosialisasi ini, Boy juga menyampaikan posisi dia di Komite I DPD RI, telah berhasil menghantarkan produk RUU tentang Daerah Kepulauan dan RUU Masyarakat Hukum Adat yang sempat mandeg, kini resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2026, Ungkapnya (SM)