SABUROmedia, Ambon — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku berkesempatan melepas Pawai Akbar Bela Palestina Semarak Milad Ke-48 BKPRMI, pada Sabtu pagi (20/09/2025).

Kegiatan yang mengusung tema : “ Dari Bumi Jazirah Al-Mulk Untuk Palestina ” berkolaborasi dengan LAZ Dompet Dhuafa itu berlangsung di Masjid Raya Al Fatah Ambon dan diikuti ratusan Peserta.

Acara ini dipandu Koordinator Lapangan Amin Fidmatan, dimulai dengan doa bersama untuk keselamatan rakyat Palestina dan pekikan takbir yang menggema, yang dibawakan Ketua DPW LDII Maluku, Ust Jamaludin Wabula., S.Pd., M.Pd.

“ Mudah-mudahan Allah SWT kumpulkan kita di yaumul qiyamah dalam barisan para syuhada,” tutupnya.

Orasi dan doa berkumandang lantang dari Mobil Komando, menegaskan komitmen Kota Ambon untuk terus berada di garda depan mendukung perjuangan rakyat Palestina dan melawan Zionis Israel.

Adapun Rute Pawai, Start dimulai dari Masjid Raya Al Fatah ke Jalan Sultan Baabullah, lanjut ke Jalan Yos Soedarso kemudian Jalan Sam Ratulangi lanjut ke Jalan Sultan Baabullah, Jalan Dr Tamaela terus ke Jalan Jalan Dr Latumenten kembali ke Jalan Sultan Baabullah, finish di Pelataran Masjid Raya Al Fatah.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, M. Rusydi Latuconsina., S.Ag yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap langkah kemanusiaan yang dilaksanakan hari ini, sekaligus komitmen keagamaan.

“ Hari ini, melalui pawai akbar, kita tidak hanya memperkuat persaudaraan di Maluku, tetapi juga mengirim pesan ke dunia bahwa rakyat Indonesia, khususnya Maluku, berdiri teguh mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya

Menurutnya, aksi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang 1945 yang konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“ Solidaritas ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata keberpihakan kita kepada bangsa yang masih tertindas. Maluku ikut menyuarakan keadilan dan kemerdekaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar menyampaikan bahwa ditengah langkah aneksasi Gaza yang dilakukan oleh Zionis Israel, dan pembiaran aksi Genozida yang dilakukannya hingga saat ini, seperti yang diungkapkan Sekjen PBB Antonio Guterres beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, bahwa serangan Israel ini tidak dapat ditoleransi secara hukum, moral, maupun politik.

“ Adapun data dari Pejabat Kesehatan Palestina, konflik Israel Palestina menyebabkan ribuan lebih warganya mengungsi, hingga 65.000-an orang meninggal dunia dan korban luka sekarang sudah mencapai 160.000 orang sejak 2023, dan belum lagi terjadi blokade bantuan kemanusiaan yang hingga saat ini tidak bisa masuk, ditengah kekurangan makanan, fasilitas air bersih, medis hingga semua fasilitas kesehatan telah dihancurkan Israel, termasuk RS Indonesia di Gaza, “ sambungnya

” Seperti kita ketahui bersama, Pada 12 September 2025 yang lalu, Majelis Umum PBB telah berhasil mengadopsi Deklarasi New York yang mendukung perwujudan Negara Palestina yang merdeka, dengan dukungan mayoritas 142 negara menyetujui, dan kita berharap hal ini segera terealisasi kedepannya, ” pinta Ilham.

Ketum DPW BKPRMI Maluku kemudian membacakan beberapa point yang mereka suarakan, yaitu :

1. Mengajak persatuan ummat islam (wahdat al-ummah al-islāmiyyah ) khususnya OKI untuk menolak sikap diam dan pembiaran di tengah rangkaian kekejaman yang terus berlangsung di Yaman, Suriah, Irak, Iran, Lebanon, Yordania, Suriah, Tunisia hingga Qatar, serta menolak rencana aneksasi Zionis Israel terhadap Palestina maupun Rencana Visi Israel Raya (Tanah Palestina, Lebanon, Yordania, Suriah dan Mesir);

2. Mendukung penuh Kemerdekaan Palestina dan mendorong Negara – Negara Timur Tengah untuk bersikap lebih berani dan nyata untuk melawan kebiadaban Zionis Israel dan Sekutunya;

3. Menyerukan gencatan senjata permanen dan segera, serta pembebasan semua warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang dan mendorong solusi 2 negara segara terealisasi;

4. Meminta PBB sebagai bentuk kewajibannya kepada Israel untuk memastikan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional, melindungi warga sipil, menghentikan kekerasan, serta menjamin akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan di semua pintu perlintasan;

5. Mengajak boikot global berbagai berbagai produk Negara – Negara Teroris Zionis Israel dan Pendukungnya di seluruh Dunia atas nama kemanusiaan;

6. Mengutuk keras terhadap penjajahan dan genozida Israel di Palestina maupun berbagai aksi pelanggaran kedaulatan di Timur Tengah, serta Mendesak Majelis Umum PBB untuk menggunakan mekanisme “Uniting for Peace” (Resolusi 377) untuk memobilisasi anggota negara-negara guna menghentikan mesin kematian di Palestina, Yaman, Irak, Lebanon, Suriah, Iran dan Qatar;

7. Mendesak PBB untuk segera memberikan Sanksi yang tegas dan mengambil langkah konkret terhadap agresi militer Zionis Israel dengan segera mengirimkan Pasukan Penjaga Perdamaian (UN Peacekeepers) untuk menegakan berbagai resolusi yang telah dikeluarkan PBB yang tidak pernah dipatuhi Zionis Israel, termasuk mengeksekusi atas surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas putusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebagai Penjahat Perang di Den Haag Belanda, 21 November 2024 lalu;

8. Meminta PBB dengan otoritas yang dimiliki untuk menekan Israel agar membuka seluruh perlintasan dengan zona aman untuk akses kemanusiaan tanpa batasan, dengan pengawasan langsung PBB dan memimpin konvoi kemanusiaan internasional ke Gaza Palestina, setelah lebih dari 2.000 warga Palestina dilaporkan tewas di lokasi distribusi bantuan dalam beberapa bulan terakhir;

9. Meminta kepada Inggris (Deklarasi Balfour) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Sekutunya untuk bertanggungjawab atas arogansi Zionis Israel selama ini, juga terkait krisis kemanusiaan yang telah terjadi puluhan tahun di Timur Tengah;

10. Menghimbau Ormas/ OKP Islam, MUI, Pemerintah RI, OKI dan Liga Arab maupun seluruh dunia untuk senantiasa memberikan dukungan maupun memanjatkan do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas perjuangan bangsa Palestina melawan Zionis Israel, maupun melawan segala bentuk penjajahan, berbagai aksi ataupun tindakan yang tidak mencerminkan nilai – nilai Pancasila dimanapun.

Kegiatan ini juga diikuti sejumlah tokoh, kader BKPRMI dan dari Remaja Masjid, Komunitas, Majelis Taklim, OKP/ Ormas Islam, Sekolah maupun TPQ Se- Kota Ambon. (SM)