SABUROmedia, Malteng — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Tengah menggelar diskusi refleksi Milad ke-61 dengan tema : “Merawat IMM, Memajukan Indonesia”, Kamis (20/03/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Tahfidz Qurโan Nurani Insan Madani Masohi Lantai 2 ini menjadi momentum bagi kader IMM untuk merefleksikan perjalanan organisasi serta merumuskan peran strategis IMM dalam membangun bangsa.
Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Kakanda Hidayat Samalehu., S.Pi (Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maluku Tengah), Kakanda Subhan Nur Fatta., S.Sos (Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah), serta Kakanda M. Qadafi Borut., M.Pd (Ketua Majelis Dikdasmen PDM Maluku Tengah).
Turut hadir Ayahanda Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Maluku Tengah dan Ibunda Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Maluku Tengah, yang memberikan arahan dan motivasi kepada kader IMM.
Dalam momen tersebut, Ayahanda Ketua PDM Maluku Tengah mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan.
“IMM telah berusia 61 tahun, dan ini bukan usia yang muda. Kedepan, tantangan semakin kompleks. Maka, soliditas dan kebersamaan adalah kunci. Kita harus terus merawat IMM agar tetap menjadi organisasi yang berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” pesannya.
Ketua Umum PC IMM Maluku Tengah, Amien Harmady Tuahan., ST, yang bertindak sebagai pemantik diskusi, menegaskan bahwa IMM harus terus beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berorientasi pada keilmuan dan perjuangan sosial.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maluku Tengah, Hidayat Samalehu menjelaskan bahwa peran IMM dalam konteks kebangsaan dan kebijakan publik juga harus semakin kuat.
“IMM harus menjadi mitra kritis bagi pemerintah dan parlemen, tidak hanya dalam mengawasi kebijakan tetapi juga menawarkan solusi berbasis data dan kajian ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Subhan Nur Fatta, S.Sos menekankan pentingnya IMM sebagai motor penggerak sosial di daerah. “Jangan pernah ragu untuk bergerak. IMM harus hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan antara akademisi, pemuda, dan kebijakan publik. Jangan hanya bicara idealisme di ruang diskusi, tapi juga turun langsung melihat realitas masyarakat,” tegasnya.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Maluku Tengah, M. Qadafi Borut, M.Pd., mengajak IMM untuk terus menguatkan basis intelektual dan spiritualnya. “IMM bukan hanya tentang gerakan aksi, tetapi juga tentang penguatan kapasitas diri. Kader IMM harus mampu berpikir strategis, mengedepankan nilai-nilai Islam yang progresif, dan tetap menjunjung tinggi integritas,” ungkapnya.
Setelah diskusi refleksi, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antar kader IMM dan keluarga besar Muhammadiyah.
Acara ditutup dengan iftar bersama dan harapan agar IMM Maluku Tengah terus menjadi gerakan mahasiswa yang berdaya saing, berwawasan luas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan kemanusiaan. (SM)