SABUROmedia, SBB — Kepala Dinas Pariwisata SBB, Johanis. Marthin.Soukotta S.Sos  M.Si mengungkapkan, Kabupaten SBB memiliki banyak bahan baku yang dapat dikembangkan untuk  sektor Ekonomi Kreatif ( Ektraf) tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, pasalnya salah satu penyebabnya adalah kompetensi SDMnya masih kurang.

 

Pernyataan Soukotta tersebut, pada saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia ( SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar  oleh Dinas Pariwisata SBB,  yang digelar di ruang pertemuan Penginanan Mentari, Dusun Waimeteng Darat, Kota Piru, Kamis, (14/9/2023).

 

Menurutnya, kurangnya kompetensi SDM Pariwisata dan Ekraf disebabkan karena  di Kabupaten SBB, belum ada lembaga kejuruan yang dapat memberdayakan sumber – sumber kekayaan alam yang dapat  dikembangkan sebagai produk – produk yang menguntungkan.

 

” Oleh karena itu,  Pemda  lewat bidang ekonomi kreatif dinas Pariwisata SBB ingin mendorong itu. Kita perlu melatih Masyarakat Kita  yang sudah memiliki kretifitas dan punya inovasi, untuk melahirkan sebuah produk yang bagus karena itu kita perlu melahirkan kegiatan ini dalam rangka peningkatan SDM Ekonomi Kreatif” jabar Kadis.

 

Soukotta menambahkan, kompetensi SDM di era sekarang ini adalah hal yang sangat mutlak dibutuhkan, karena semua produk – produk harus berkompetisi dengan produk orang lain, lembaga lain, maupun dunia usaha lain.

 

Soukotta mengungkapkan, kecendrungan orang  adalah  menyukai  barang yang berkualitas dengan harga yang murah, tetapi bagi orang yang berduit tidak memikirkan soal harga tetapi barang tersebut bagus dan nyaman digunakan serta manfaatnya besar bagi Mereka, sehingga biaya itu bukan persoalan bagi Mereka.

 

Tetapi untuk ekonomi kreatif yang merakyat, Kita harus memiliki  kemampuan untuk membaca pasar atau daya beli Masyarakat sehingga dapat menentukan harga dan kualitas barang agar tetap terjaga sehingga menarik perhatian pembeli.

Dalam pelatihan peningkatan Kapasitas SDM  Pariwisata dan Bidang Ekraf tersebut, ke 30 Peserta yang berasal dari Pengusaha UMKM yang tersebar di seluruh Kabupaten SBB ini,  dilatih oleh dua orang Trainer yakni untuk kelompok kuliner dibawakan oleh Olda Jolanda Olivia Soselisa S.Tr. Par,, BBA

 

Guru SMKN 5 Ambon yang melatih dan mempraktekkan cara membuat mie dari bahan dasar tepung sagu.

 

Sementara untuk kelompok Kriya dibawakan  Agus Titioka S.Pd  guru SMKN 7 Ambon  yang mempraktekkan pembuatan mainan kunci dari bahan kayu bekas bangunan. ( SM-NKSBB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *