SABUROmedia, SBB — Pemda SBB menggelar acara pelepasan  sebanyak 123 Jemaah Calon Haji  1444H /2023M, dimana pelepasan  Jemaah yang akan melaksanakan rukun Islam ke lima  di kota Mekkah itu,  dipusatkan di Gedung Hatutelu, Jalan Trans Seram, Dusun Waimeteng, Kota Piru, pada  Kamis, (15/6/2023).

 

Hadir dalam kegiatan itu, Penjabat Bupati SBB, Andi Chandra As’ Aduddin., SE., MH, Dandim 1513/SBB, Letkol Inf Rudolf Paulus, Ketua DPRD SBB, Abdul Rasyit Lisaholith., S.Pi, mewakili Kapolres SBB, Wakapolres SBB, Kompol Helda Misse Siwabessy., SH., MH, mewakili Kejari SBB, Kasi Intel Kejari SBB, Taufik Purwanto., SH, Wakil dari Kalapas Kelas IIB Piru, PLT Kepala Kantor Kemenag SBB, H Djafar Tunny., S.Ag, Sekda SBB, Alvin Leverne Tuasuun., SP., M Si, Ketua TP PKK SBB, Nourma Yunita As Aduddin , Ketua Dharma Wanita SBB, Mece Urasana, Ketua  Klasis GPM Seram Barat,  Pdt Renny Haliwea., S.Th , Pimpinan Paroki Gereja Santa Theresia Piru, Pastor Gorries Matly, Para staf ahli dan sisten Setda SBB, para pimpinan OPD dilingkup Pemda SBB, dan Para Jemaah Calon Haji asal SBB.

 

Sebelum menyampaikan sambutannya,  Penjabat Bupati SBB, Brigjen Andi Chandra As’ Aduddin SE MH, memimpin para hadirin untuk mengirimkan do’a  Alfateha  atas meninggalnya, mantan Kabag Kesra  Pemda  SBB, almarhum Aher Pattilouw  yang juga akan menjadi ketua Tim Jemaah Calhaj Kabupaten SBB.

 

Andi Chandra dalam sambutannya mengajak para hadirin untuk mengucapkan kepada Allah karena pada Tahun ini, Pemerintah lewat Kemenag- RI telah menambahkan kuota keberangkatan Jemaah Haji SBB menjadi 123 orang yang meningkat dari tahun – tahun sebelumnya.

 

Andi Chandra mengungkapkan, dengan daftar antrian Jemaat Calon Haji yang cukup lama yakni mencapai 14 Tahun, maka Penjabat Bupati SBB menghimbau bagi Jemaah yang berniat untuk menunaikan ibadah haji agar mendaftarkan diri sekarang.

 

Meski menyadari realita bahwa daftar tunggu untuk ibadah haji yang lama dimana mencapai 14 Tahun, tetapi Andi Chandra menyakini sebagai Tamu Allah jika Allah berkehendak agar Jemaah berangkat di Tahun ini maka Jemaah akan berangkat, sama seperti pengalaman dirinya pada 10 atau 11 tahun lalu yang mendapat jatah berangkat lebih cepat 5 tahun dari waktu yang ditentukan.

 

” Dari situ saja sudah  menunjukkan bahwa,  kalau Allah sudah tentukan maka tidak ada yang bisa membatalkan,  maka berproseslah Saya” ungkapnya

 

Penjabat Bupati SBB itu mengatakan, Ibadah Haji adalah ibadah fisik, karena itu yang muda harus menjaga yang sudah tua dan sepuh, menjaga keamanan dan saling membantu.

 

Penjabat Bupati SBB itu, sempat menitikkan air mata saat mengisahkan cerita tentang pahala Haji Mabrur, dimana seorang Sheikh yang merasa dirinya benar dalam ibadah dibandingkan orang lain, mendapati kenyataan bahwa dirinya tidak mendapatkan pahala Haji Mabrur pada saat dirinya bertemu dengan Malaikat Allah dalam mimpi.

 

Bahkan pahala Haji Mabrur itu diberikan kepada Polan bin Fulan yang hanya seorang tukang sol sepatu.

 

Sekembalinya dari Ibadah Haji,  saat Sheikh itu bertemu dengan Polan bin Fulan barulah Ia mengetahui bahwa, Polan bin Fulan mendapatkan pahala Haji Mabrur karena menyumbangkan uang naik hajinya untuk membantu seorang Ibu bersama anaknya yang hampir mati kelaparan.

 

” Dari situlah, maka Sheikh itu tersadar bahwa ibadah haji itu  yang menjadikan Kita Mabrur bukan karena Kita sudah berangkat sujud di Baittullah,  tetapi yang bikin Mabrur itu adalah keiklasan Kita berbuat yang terbaik,  jadi dari tempat ini Saya berpesan janganlah karena  hal ini ada urusan – urusan duniawi yang dipentingkan” jabarnya.

 

Karena itu, Penjabat Bupati SBB ini berpesan  kepada Jemaah  yang muda dan masih sehat untuk memperhatikan Jemaah yang sudah sepuh, dimana  yang berumur  94 Tahun  ada 3 orang, 80 Tahun juga ada beberapa.

 

” Tolong jaga beliau- beliau, siapa tahu diantara Anda yang menolong beliau itulah yang menjadikan pahala haji mu Mabrur ” cetusnya. (SM-NKSBB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *