SABUROmedia, Ambon – Peserta dan Instruktur Latihan Mujahid Dakwah (LMD) level 1 bersama DPW BKPRMI Maluku melaksanakan kegiatan Ziarah dan Aksi Bersih Makam Anak Cucu Diponegoro, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon, Kamis Pagi (11/02/2021).

Menurut Ustaz Abdul Somad dalam Buku yang disusunnya “ 30 Fatwa Seputar Ramadhan”, Ziarah kubur menurut hukum asalnya adalah sunnah karena mengingatkan manusia kepada akhirat. Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata, “ Rasulullah SAW ziarah ke makam ibunya, beliau menangis, membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis.”

Rasulullah SAW berkata : “ Aku memohon izin kepada Tuhanku agar aku memohonkan ampun untuknya, Ia tidak memberikan izin untukku. Aku memohon izin agar aku ziarah ke makamnya, Ia memberi izin kepadaku. Maka ziarahlah kamu ke kubur, karena ziarah kubur itu mengingatkan kepada kematian ”, tulisnya dalam bukunya.

“ Tradisi ziarah kubur sudah menjadi bagian dari kehidupan bagi masyarakat muslim Indonesia, termasuk BKPRMI khususnya untuk makam para Pahlawan, Wali, Habaib dan orang saleh, utamanya sering dilakukan pada hari Kamis dan Jum’at. Ziarah kubur termasuk sunnah Rasulullah SAW, yang disyariatkannya ziarah kubur memiliki tujuan agar kita bisa mengambil i’tibar atau pelajaran, seperti mengingatkan kita akan alam akhirat di mana segala amal perbuatan kita sewaktu di alam dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nantinya, jelas Ust Nanang Mubarok, Dirnas LPPDSDM DPP BKPRMI, yang juga ikut dalam acara ini.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Pangeran Diponegoro adalah Putra Sultan HB III dan Ibunya disebut-sebut bernama RA Mangkarawati. Menurut silsilah, nenek Diponegoro, yakni Ratu Kedaton (Permaisuri HB II) adalah generasi ke-enam keturunan Pangeran Cakraningrat dari Tunjung Madura. Nama asli Diponegoro adalah Raden Mas Mustahar, lahir di Keraton Jogjakarta pada hari Jum’at Wage, tanggal 7 Muharram atau 11 Nopember 1785 Masehi sebagai Putera sulung Sultan HB III. Adapun nama Diponegoro dan gelar Pangeran baru disandangnya sejak tahun 1812 ketika ayahnya naik takhta.

Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar yang ditemui dilokasi bersama kader BKPRMI menjelaskan kegiatan Jalan Pagi Napak Tilas bagi Pemuda Remaja Masjid ini, adalah upaya kita menjelaskan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, adalah perjuangan panjang banyak orang, khususnya para ulama kita, mari kita ambil hikmahnya bersama, dan tidak boleh terlena, kita bertanggungjawab untuk menuliskan sejarah masa depan bangsa dan Negara ini, jelas Ilham.

Dia juga berharap kepada Pemerintah untuk memperhatikan pemeliharaan situs bersejarah ini, khususnya para kader dan tokoh Pemuda Remaja Masjid, untuk memprogramkan pendataan situs – situs bersejarah ummat maupun penulisan sejarahnya yang akan diwariskan kepada generasi – generasi selanjutnya, sebagai kekayaan peradabaan islam masa depan, harapnya.

Sementara itu, informasi terkait makam ini, banyak diceritakan Bapak Arifin Weko, yang ikut menjaga dan merawat Makam – makam disini. Beliau berterima kasih terhadap para peziarah yang ikut memperhatikan keberadaan makam ini, sekaligus kita bisa ikut membersihkan makam ini dengan mencabuti rumput dan memunguti dedaunan disela – sela berziarah, tutupnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *