SABUROmedia,-BULA-Warga Dusun Kilbon Tewa, Desa Administratif Kilbon Kway, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menilai sikap Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat lalai dalan melayani mereka, akhirnya ini  yang telah terjadi kemarin, Jumat 05 Februari 2021.

Warga Kilbon Tewa, Kecamatan Kilmury, Kabupaten SBT merasa diabaikan Pemda maupun DPRD atas persoalan yang terjadi di Dusun tersebut. Padahal warga di dusun itu telah berulang kali melayangkan proposal kepada Pemda melalui BPBD SBT minta dibangun talud penahan ombak di bibir pantai, untuk lindungi masjid dan Dusun. Namun permintaan warga ini tidak kunjung direspon. Begitu juga dengan para wakil rakyat di SBT.

Akhirnya saat musim gelombang setiap tahunnya, bangunan masjid yang terletak di bibir pantai kerap kali dihantam ombak karena belum ada talud penahan ombak.

Hal ini ditanggapi salah satu warga Kilbon Tewa, Hardi Kwaikamtelat kepada media ini bahwa, Pemda dan DPRD SBT terlihat mengabaikan apa yang menjadi permintaan masyarakat Kilbon. Kami meminta talud penahan ombak, untuk melindungi Masjid dan Dusun kami dari pukulan ombak. Itu saja tidak ada selama bertahun-tahun,” ucap Kwaikamtelat.

Pria yang akrab disapa Zibon ini sangat sesali sikap Kepala BPBD SBT, Usman Keliobas. Menurutnya, Keliobas tidak serius dalam menjalankan tugas pemerintahan untuk melayani masyarakat di SBT, khususnya di wilayah Kecamatan Kilmury.”ujar Zibon

Kata Kwaikamtelat, Kami adalah contoh nyata. Bahwa tiap bencana alam, kami selalu mendapat dampaknya. Akibat tidak adanya talud penahan ombak, masyarakat terpaksa bergotong royong membuat talud dari papan. Sungguh terlalu Pemda SBT ini,” kesal Zibon yang akrab disapa 01 Kilmury.

Warga Kilbon Tewa yang diwakili pria yang akrab disapa Zibon itu secara tegas mengatakan, DPRD SBT melalui Komisi C pun diminta untuk segera menyikapi persoalan ini. “Komisi C jangan diam. Harus ada pansus melihat bencana ini. Masyarakat sengsara sekarang,”tegasnya.

Dikatakannya “Kalau tidak ada penada yang masyarakat buat dari papan itu, ombak bisa kasih robohkan Masjid yang ada di Dusun Tewa. Tolong Pemda dan DPRD SBT buka mata hati liat masyarakat Kilmury,”harap pria yang biasa disapa 01 Kilmury itu.

Untuk diketahui, pada Jumat sore kemarin, gelombang laut kembali menghantam kawasan tersebut. Untungnya ada talud penahan sementara yang terbuat dari papan kayu yang dibuat masyarakat. (SM-Oky).