SABUROmedia, SANANA – Sebanyak enam orang petugas Kesehatan yang terlibat dalam penanganan Corona Virus Desiase (Covid-19) terpaksa gigit jari. Kenapa tidak, insentif enam orang tersebut dipotong oleh pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kepala Puskesmas Pohea Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Dahyar Masuku saat dikonfirmasi saburomedia.com, Jumat (15/01/2021) mengatakan, pemotongan insentif enam orang tenaga penanganan Covid-19 berdasarkan keputusan rapat bersama sebagian petugas Puskesmas.

“Melalui kesepatan rapat yang dapat potong insentif enam orang, tetapi sisanya semua terima full, uang itu tidak melalui saya, jadi uang itu mereka ambil di mereka punya ATM baru kasi di salah satu staf baru staf itu bagi, beta hanya perntahkan kasi berapa di tamang-tamang yang tidak terlibat di pananganan Covid-19, karena saya tidak campur dengan uang tersebut”, ungkapnya.

Dahyar bilang, lewat kesepakatan rapat sehingga insentif enam orang petugas dipotong, akan tetapi insentif petugas lainnya tidak dipotong. Kemudian, hasil pemotongan tersebut diserahkan ke salah satu staf untuk dibagikan ke petugas yang tidak terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Lewat kesepatan rapat, para petugas kesehatan di pusmeskas secara bersamaan menjawab pak Kapus kalo katong yang kasi ke dorang itu tara adil, katong ambil katong punya uang nanti Kapus sendiri yang kasi pak dorang”, katanya.

Lanjut dia, ada dua nama yang diusulkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepsul. Namun, tidak diakomodir oleh Dinkes. “Ismail Teapon dan Jul Teapon kita usulkan tetapi tidak diakomodir, tetap Ismail itu saya kasi Rp 4 juta”, sambungnya.

Ismail Teapon dan Jul Teapon jarang melaksanakan tugas sebagai tim penanganan Covid-19. “Memang betul mereka bekerja, tapi tidak begitu aktif, ada juga satu nama atas nama Jul teapon, dog dua ini bekerja tetapi mereka punya nama tidak diakomodir oleh Dinas Kesehatan.

Sementara, petugas tenaga Kesehatan Puskesmas Pohea yang terlibat dalam penanganan Covid-19 sebanyak 18 orang diantara, 2 orang tenaga Dokter dan 16 tenaga perawat. “Satu bulan Insentif tenaga perawat Rp 2 juta lebih, jumlah tenaga Kesehatan di Puskesmas 70 orang, insentif itu masuk ke rekening masing, untuk totalnya saya (Dahyar red) tidak tau, karena insentif itu masuk ke rekening masing-masing”, tutup Dahyar.(SM)