SABUROmedia, Ambon – Peringatan sumpah pemuda 28 Oktober 2020 yang bertemakan bersatu bangkit diperingati oleh sejumlah elemen organisasi pemuda Maluku dengan menggelar seminar nasional bertema, ‘membangun generasi digital bagi pemuda di era pandemi’.
Acara ini digelar atas inisiasi dari Organisasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Ulima (IPPMUL) Buru Selatan dan Barisan Organisasi Mahasiswa Ambalau kab. Buru Selatan Maluku.
Kedua organisasi pemuda Maluku ini kemudian bekerjama dengan organisasi Nasional yakni Gradasi atau Generasi Digital Indonesia dan DPD Gradasi Maluku juga Akademi Gradasi
Yang fokus pada pendidikan dan latihan di bidang jasa dan pelatihan bagi generasi muda milineal.
Acara ini seyogyanya dibuka oleh salah satu dewan pembina Gradasi Pusat bang Boy Sangaji, sebagai ketua OKK HIPMI tetapi karena bertepatan dengan agenda HIPMI maka pembukaan diwakilkan kepada ketua DPP Gradasi Indoensia, Bang ONI.
Dalam pembukaan seminar nasional ini bang Oni, sapaan akrab ketua DPP Gradasi berharap Gradasi bisa memfasilitasi minat bakat para generasi muda dan mahasiswa di bidang literasi digital khususnya dibidang kreativitas terlebih lagi yang siap terjun ke industri kreatif dan UMKM. Apalagi Gradasi sudah memiliki kepengurusan hingga ke wilayah Maluku. Dan dikawal langsung oleh Akademi gradasi sangat bisa berpeluang memfasilitasi berbagai program pengembangan minat dan bakat pemuda dan mahasiswa millineal agar lebih produktif untuk melahirkan karya dan produk unggulan.
Lanjutnya, bahwa di berbagai kota besar di Indonesia saat ini semua elemen pemuda mahasiswa sedang bergerak mengembangkan kompetensi dan inovasi maka harusnya di Maluku juga tidak boleh kalah dan lebih giat lagi, maka untuk melatih kompetensi ini para pemuda dianjurkan untuk merapat ke Gradasi sebagai salah satu solusi untuk menghadapi perubahan zaman apalagi di tengah pendemi.
Demikian juga ditmbahkan oleh pemateri kedua pak Ode Abdurrachman sebagai kordinator Gradasi Maluku yang juga menjabat sebagai direktur Akademi Gradasi bahwa berbagai inovasi dan kreatifivitas yg dibangun dengan menyiapkan SDM menghadapi tantangan di era pandemi ini telah melahirkan berbagai generasi yang bisa merespon secara cepat dan tanggap akan perubahan di industri pelatihan dan kursus, bahkan secara kuantitas Akademi Gradasi sendiri telah melahirkan alumni lebih dari 1.500 penggerak literasi digital bahkan di antaranya mereka yang dilatih khusus sebagai trainer atau pelatih untuk mengatasi berbagai perubahan yang terjadi khususnya di bidang jasa kursus dan pelatihan di seluruh Indonesia.
Menurut Ode yang juga menjabat sebagai ketua IGI Maluku ini, bahwa generasi Maluku juga sanagat berpeluang dan harusnya bisa berkontribusi dan terlibat langsung dalam berbagai industi kreatif dan jasa atau bahkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) maka harus dimulai dari gerakan bersatu bergabung pada komunitas penggerak karena jika bergerak sendiri akan sangat berat kecuali berkolaborasi atau berorganisasi secara profesional dan proporsional, kemudian berikutnya adalah memulai dari hal yg kecil yang bisa dijangkau dan yang terakhir adalah dimulai dari diri sendiri dan sejak saat ini.
Dengan berhimpun pada organisasi profesional akan ada banyak pengalaman yang bisa didapat termasuk bagaimana membuat konten dan produk jasa yang kemudian diarahkan ke minat konsumen dengan terlebih dahulu para generasi muda bergabung ke komunitas Gradasi.
Bahkan di Gradasi sendiri banyak pelatih muda energik yang bisa sharing bersama tentang perkembangan teknologi dan komunikasi dan diaplikasikan dalam kehidupan.(SI)