SABUROmedia, Ambon –Webinar yang di lakukan oleh DPD AMPI Maluku yang di ketuai oleh Yusri AK Mahedar , menyampaikan, bahwa webinar AMPI mengenai dunia Pendidikan ini membicarakan terkait strategi dan kebijakan Pemerintah dalam melihat kondisi pendidikan di Maluku dalam situasi Pandemic 19 ini.
Kenapa lalu kemudiaan AMPI Maluku melakukan ini , karena AMPI Melihat tentang masa depan generasi Penerus bangsa di Maluku kedepan dan generasi bangsa indonesia pada umumnya, khususnya terkait sistem pembelajaran dunia pendidikan kita ditengah pandemic saat ini.
Karena pendidikan adalah salah satu modal dasar bagi bangsa ini, bagi negeri ini Maluku , bagi generasi muda Maluku dari jenjang SD sampai dengan Perguruan Tinggi di Maluku,
Yusri, yang juga Wakil Ketua Korbid Kepartaian DPD Partai Golkar Maluku ini, menyampaikan seperti apa sih langkah dan strategi Pemerintah dalam menyikapi pendidikan di Maluku, yang diperhadapkan dengan situasi krisis pandemic yang kita hadapi hari ini,
AMPI melihat secara Prakmatis dengan regulasi yang di turunkan oleh Pemerintah pusat di era pandemic , sangat merugikan kita orang Maluku tutur Mahedar kepada Wartawan saburomedia.com hari ini sabtu (08.08.2020) di Sekretariat DPD AMPI Maluku di Gedung DPD Golkar Maluku, Karang Panjang Ambon.
Yusri menambahkan, kenapa sangat dirugikan , karena kita dipaksakan secara tidak langsung oleh Pemerintah pusat untuk harus melaksanakan pendidikan berbasis online, ditengah keterbatasan akses internet yang ada, bahkan di kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku kualitas internet sering lemot. Bahkan berbagai program maupun promosi provider internet seperti Telkomsel, selalu menganaktirikan Maluku karena selalu tidak berlaku bagi Maluku, padahal seharusnya sama saja, kesalnya.
Menurut kami AMPI, apakah semua jaringan internet sudah ada di Maluku, dengan kontinental ratusan pulau – pulau,
Yang berikut apakah listrik sudah tersedia di seluruh wilayah Maluku, yang berikut apakah HP Android sudah di miliki oleh semua siswa di Maluku, dan tidak semua Guru di Maluku ini sudah menguasai teknologi, belum lagi terkait kesulitan ekonomi pasca pandemic yang terjadi.
Solusi yang di tawarkan AMPI dalam Webinar di maksud adalah Pemerintah harus menyiapakan prasarana penunjang bagi siswa , kalo hanya dengan menggunakan dana bos apakah lalu kemudian dapat menjawap persoalan ini , tidak mungkin , berapa dana bos yang di keluarkan untuk membeli pulsa data bagi siswa, seharusnya Pemerintah harus membagun komunikasi dengan Telkomsel untuk memfasilitasi sekolah dengan internet gratis, memasang Wifi di sekolah – sekolah dan menambah titik hotspot wifi gratis agar para siswa dan mahasiswa yang sementara dirumah selama masa pandemic bisa menikmati pembelajaran daring, dengan kualitas yang ada.
Seharusnya sebelum regulasi di turunkan ke daerah daerah Pemerintah harus terlebih dahulu melakukan survei dulu terhadap kesiapan daerah daerah bahwa bisa menerima regulasi tersebut atau tidak tandas Mahedar,
Mahedar menyampaikan tidak semua daerah di Maluku bisa melakukan regulasi tersebut masih banyak wilayah kecamatan – kecamatan di Maluku yang memiliki keterbatasan terkait hal di maksud , seperti banyak yang tetlihat di Video video ada yang harus mencari signal di atas- atas gunung bahkan harus nemanjat pohon, supaya bisa terkoneksi dengan internet, apakah harus setiap hari mereka sekolah dengan naik gunung turun gunung , ya tidak mungkin kan tutur mahedar.
Harapan AMPI Pemerintah Provinsi Maluku dan Kab Kota lebih pro aktif mencarian solusi dalam fase menuju New Normal nantinya, harus jujur menyampaikan kondisi riil yang terjadi di maluku kepada pemerintah pusat, terhadap proses pemberlakuan Belajar berbasis online hari ini, khususnya kawasan Indonesia Timur, umumnya sama.
Mahedar juga menyampaikan bahwa hampir semua narasumber yang hadir dalam Webinar ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kabupaten Buru , Kab Malra, Sekdis DikBud Maluku, Dekan FKIP Unpatti, juga mengakui berbagai permasalahan dilapangan, khususnya Maluku dalam sistem pembelajaran daring ini, mulai bahwa tidak meratanya jaringan akses internet, kualitas SDM tenaga pengajar terhadap teknologi yang ada, ketersediaan HP Android, keterbatasan listrik , kualitas internet, pulsa data yang mahal, ditengah kesulitan ekonomi para orang tua, dimana berjuang untuk makan saja sudah susah, jelasnya
Mahedar mengatakan yang terakhir kami DPD AMPI Maluku akan menyurati DPP AMPI Pusat nantinya untuk menyampaikan rekomendasi usulan terkait kegiatan hari ini.(SM)