SABUROmedia, Ambon – Sistem belajar mengajar di masa Pendemi covid-19 di kota Ambon tetap digelar mengacu pada surat edaran kementrian Agama, kementerian pendidikan dan kebudayaan, kementrian dalam negeri dan kementerian Hukum dan Ham yang menjadi patokan mutlak berdasarkan kondisi covid-19 di daerah masing-masing.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Dr M. Fahmi Sallatalohy., M.Hum saat ditemui Saburomedia.com diruang kerjanya, kemarin.

Kendalanya, Kata Kadis misalnya untuk pembelajaran jarak jauh(daring) anak-anak yang tidak memiliki android atau di daerah-daerah yang jaringan telekomunikasinya masih lambat. Untuk itu diminta manejemen kebijakan proses belajar-mengajar yang baik dari pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah.

Lanjutnya, dari dinas pendidikan sendiri sudah melakukan kordinasi dengan Pemkot untuk menyusun berbagai starategi untuk mengatasi Masalah belajar mengajar di kota Ambon, tapi tetap proses pembelajaran melalui daring tetap terlaksana maupun secara off lain yang terpenting adalah bagaimana anak-bisa laksanakan proses belajar-mengajar.

Di samping itu kadis juga mengatakan bahwa sistem pendaftaran untuk siswa baru di setiap jenjang di laksanakan variasi ada secara manual maupun proses administrasi secara online bahkan proses pengenalan lingkungan sekolah juga di laksanakan secara online (daring). Dalam ini semua sekolah sudah melaksanakan verifikasi data untuk kirim ke pusat.

Segala proses pembelajaran pelajaran yang berlaku di kota Ambon harus memperhatikan petujuk pelaksanan yang sudah di setujui dan di tanda tangani oleh setiap kepala sekolah sampai kita berada dalam zona hijau baru setiap aktivitas belajar mengajar di setiap sekolah di buka kembali.

“ Kita sama-sama berdoa dan jangan lupa memperhatikan dan menerpakan protokoler kesehatan yang sudah di atur terutama kepada anak-anak kita di rumah,”tutup Kadis. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *