SABUROmedia, Manokwari – Kisah Pilu yang dialami Bunga (Nama Semaran) yang telah di Perkosa oleh Kapur yang merupakan kerabat dekat atau paman korban di awal Ramadhan lalu menjadi perhatian, Praktisi Hukum di Manokwari mendukung Kapolres untuk mengusut tuntas serta menyeret pelaku untuk mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Saya sangat percaya dengan kepemimpinan Kapolres AKBP. Dadang Kurniawan, beliau pasti akan menuntaskan kasus tersebut” Kata Praktisi Hukum di Manokwari, Rustam SH. CPCLE, Rabu (03/06/ 2020).

Rustam juga mengutuk perbuatan Kapur pelaku yang melakukan perbuatan bejat terhadap korban seorang gadis 18 Tahun yang merupakan kerabat dekat dan tinggal berasama mereka.

“Terkutuk perbuatan pelaku itu, dia harus diberikan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya merenggut masa depan seorang perempuan 18 Tahun yang masih kerbat dekat” tegas Rustam.

Dia berharap ada pendampingan dari aktivis perempuan terutamaemberikan dukungan moral terhadap korban yang kerap mengalami trauma hingga saat ini.

“Korban perlu mendapat pendampingan karena secara psikologi pasti dampaknya luar biasa, maka perlu aktivis perempuan atau orang-orang yang konsen di bidang pendampingan korban pelecehan dan pemerkosaan agarelakukan pendampingan” ujarnya.

Sementara keluarga korban berharap kepolisian dapat menangkap pelaku yang saat ini sesang berkeliaran bebas di luar, hal itu mungkin sedikit memberikan dampak baik bagi korban yang kerap histeris dan pingsan karena trauma dengan insiden tersebut.

“Kami berharap Polisi dapat menangkap pelaku yang saat iniasih bebas berkeliaran di luar, korban butuhkan keadilan di negeri ini” Kata salah satu kerabat korban yang enggan namanya di sebut.

Menurut dia, saat ini kondisi korban masih terus mengalami trauma paska kejadian naas yang menimpanya. Ia kerap pingsan dan histeris, apalagi ketika korban mengingat kejadian tersebut.

Sebelumnya Kapur di laporkan ke sentra pelayanan kepolisian  terpadu SPKT Polres Manokwari atas tuduhan pemerkosaan terhadap bunga. Kapur awalnya dilaporkan namun dengan tuduhan pelecehan seksual, saat itu ia telah mengakui keselahan.

Namun sayangnya laporan atas pelecehan seksual tersebut kemudian di cabut dengan alasan damai antara korban pihak pelaku. Belangangan korban ketika menceritakan sebenarnya bahwa ia bukan hanya di lecehkan, dia juga di Perkosa, makaelalui lembaga anti narkoba LAN Manokwari melakukan pendampingan hingga membuat laporan polisi terbaru. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *