SABUROmedia, Manokwari – Sholat Magrib Berjamaah Perdana ditengah Pandemi Covid19 di Papua Barat rangka dengan buka puasa bersama. Sholat di pimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Papua Barat dengan Jamaahnya Wakil Gubernur, Kejati Papua Barat dan sejumlah pejabat usai peresmian Mushola Miftahul Jannah di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Papua.

Dalam sholat Berjamaah tersebut terdiri dari dua shaf lebih jemaah sholat magrib. Selain itu pemberian santunan kepada sejumlah anak-anak yatim Piatu.

Menurut Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nausrau, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang keseharian bergelut dengan hukum sebagaimana tugas dan tupoksinya, yakni Jaksa, maka pemberian nama Miftahul Jannah yang berarti Kunci Surga benar-benar tepat.

“Hablumminannas (hubungan manusia dengan sesama manusia) dan Hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah) memang harus seimbang, melaksanakan tugas sebagai aparatur Kejaksaan tetapi juga tidak lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Jadi, nama Miftahul Jannah (Kunci Surga) benar-benar tepat,” ujar Nausrau dalam sambutannya.

Selain itu, Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani mengatakan, pendirian Musholla tersebut akan menjadi amal jariyah yang bukan saja bagi Kepala dan Wakil Kelala Kejaksaan Tinggi saja, tetapi juga seluruh unsur Kejaksaan.

“Selama masih dipergunakan dalam hal peribadatan, maka selama itu juga amal baik terus diterima dan mendatangkan keberkahan bagi seluruh unsur kejaksaan,” ujar Lakotani. “Muda-mudahan Musholla ini benar-benar berfungsi sebagaimana niatan kita semua. Aamiin,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf menerangkan, bahwa penyertaan pendirian Musholla tersebut telah mendapat persetujuan dari Kejaksaan Agung, pun peresmiannya yang telah mendapat persetujuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid – 19. Oleh sebab itu, peresmian ini tidak banyak mengundang orang dan diselenggarakan secara sederhana.

“Intinya tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid – 19. Jadi memang tidak harus meriah. Pastinya niatan kami, yakni beribadah,” ujar Yusuf. “Muda-mudahan berdirinya Mushola ini tidak hanya sekadar pajangan, tetapi benar-benar dipergunakan untuk beribadah,” katanya lagi.(SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *