SABUROmedia, Ambon – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak pada lumpuhnya sendi-sendi pembangunan dan perekonomian bangsa bahkan seluruh Negara di dunia tak terkecuali di daerah Maluku.
“Saat ini kita sementara berhadapan dengan pandemic covid-19 yang menguras banyak tenaga yang cukup luas terhadap masyarakat namun kami tetap berkomiteman untuk tetap menjalankan visi pemabngunan Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani,”ujar Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam pidato satu tahun masa kepemimpinanya, Jumat (24/04/2020).
Dalam pidatonya itu gubernur menyebut hingga masa akhir tahun 2019 beberapa capaian makro telah diperoleh seperti angka pertumbuhan ekonomi 57 % PDRB mencapai 12.01 Triliyun Rupiah. Angka kemiskinan 17, 65 % dan indeks pembangunan manusia 69,45%.
“ Capaian ini musti kita dorong arus perbaikannya, agar Maluku terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,”terang gubernur mengutip salah satu visinya itu.
Namun saat ini kata gubernur dengan memperhatikan kondisi pandemic covid-19 yang menyerang sendi – sendi pembangunan dan perekonomian indosnesia, bahkan seluruh Negara-negara di dunia, maka prioritas pembangunan di Maluku lebih difokuskan pada penanggulangan covid-19.
“ Maka saya harus sampaikan kepada basudara masyarakat Maluku bahwa prioritas kerja pembagunan pemerintah provinsi Maluku saat ini adalah bersama-sama kita menanggulangi pandemic covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya,”jelasnya.
Sebab, lanjut gubernur Kita tidak mungkin dapat membangun Maluku kalau ancaman wabah ini masih menyebar kemana-mana. Ini sebuah situasi kedaruratan kesehatan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun.
Gubernur dalam pidatonya itu menyerukan semua pihak untuk terlibat bersama menjadi agen-agen pencegahan persebaran covid-19. Gubernur juga mengajak masyarakat agar terus mematuhi anjuran tentang pemberlakuan pembatasan social, atau social distancing.
Khusus kepada setiap ASN yang sementara bekerja dari rumah, gubernur menyampaikan agar turut memantau perkembangan keluar masuk orang disekitar lingkungan tempat tinggal bila ada orang yang datang dari daerah zona merah, harus segera dilakukan isolasi mandiri, melalui koordinasi dengan Ketua RT atau RW setempat.(SM)