SABUROmedia, Jakarta –  Pemerintah wajib melakukan pembatasan super ketat terhadap keluar-masuknya orang dan barang ke dan dari Indonesia kecuali petugas medis dan barang kebutuhan pokok serta keperluan emergency.

Hal ini tertuang dalam rekomendasi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid -19.

Dalam rekomendasinya juga MUI menyerukan Umat Islam wajib mendukung dan menaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap  orang yang terpapar COVID-19, agar penyebaran virus tersebut dapat dicegah.

menyerukan Masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi orang yang suspect atau terpapar COVID-19. Oleh karena itu masyarakat diharapkan bisa menerima kembali orang yang

dinyatakan negatif dan/atau dinyatakan sudah sembuh ke tengah masyarakat serta tidak memperlakukannya secara buruk.

Fatwa MUI yang ditetapkan pada tanggal 16 Maret 2020 itu ditandatangani oleh komisi fatwa majelis Ulama Indonesia Ketua Prof. DR. H. Hasanuddin AF,  Sekretaris DR. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, yang mengetahui Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Wakil Ketua Umum Sekretaris Jenderal,  KH. Muhyiddin Junaedi, MA DR. H. Anwar Abbas, M.M, M. Ag.

Fatwa MUI ini diputuskan berdasarkan pertimbangan  bahwa COVID-19 telah tersebar ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, bahwa perlu langkah-langkah keagamaan untuk pencegahan dan penanggulangan COVID-19 agar tidak meluas, bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19 untuk dijadikan pedoman. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *