SABUROmedia, Fak-Fak: Perhelatan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Fak-Fak provinsi Papua Barat mulai digelar tahun 2020 mendatang.

Manuver politik kandidat bakal calon mulai bermunculan. Nama-nama yang di perkirakan masuk dalam bursa calon di daerah yang bertajuk pala ini hadsir dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Mulai dari politikus partai hingga profesi masing-masing terlihat di sibukan dengan strateginya masing-masing.

Dari total nama-nama yang mulai muncul pada media online juga oleh sosial media di perkenalkan, ada satu sosok yang mungkin tak asing namanya di telinga masyarakat Fak-Fak yaitu Ir.Hi.Abdul Rahim Fatamasya,M.Si

Berlatar belakang profesional juga saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan tahun 2013-2016. Mengenyam pendidikan S2 juga berpengalaman sebagai seorang birokrasi pemerintahan, banyak memiliki ide-ide segar dalam membangun negeri tercintanya.

Kota pala yang nota bene penduduknya bermata pencaharian petani dan nelayan. Mengenyam pendidikan sebagai Insinyur memiliki keahlian lain sebagai pemberdayaan masyarakat Abdul Rahim dengan sebutan “Im” miliki sebuah gagasan membangun pola ekonomi masyarakat adil, sejahtera secara mandiri.

Oleh petani pala yang di kenalnya sejak menjabat sebagai kepala dinas Perkebunan ia menyadari masih banyak belum tersetuh oleh pemerintah dalam mengelola hasil pala. Adapun inovasi produc leater (jelly) lemak pala (nutmet butter) kedunya merupakan produk turunan pala yang di olahnya sebagai whitening (kosmetik) melalui riset kerja sama dinas perkebunan dan green economic growth. Melalui produc ini akan di dorongnya petani pala melalui Bumkam dan lembaga ekonomi masyarakat (LEM) yang telah di binanya selama ini.

Sedangkan tanaman pertanian lainnya, di kembangkannya dengan cara melakukan pembinaan secara rutin kepada masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi untuk mengelola hasil-hasil perkebunannya sesuai dengan kebutuhan ekonominya masing masing. Potensi alam yang mumpuni harusnya di prioritaskan demi keadilan, kesejahteraan masyarakat.

Pertanian lainnya, di kembangkannya dengan cara melakukan pembinaan secara rutin kepada masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi untuk mengelola hasil-hasil perkebunan sesuai dengan kebutuhan ekonominya masing masing. Juga melalui bumkam dan LEM hasil-hasil penjualan oleh petani akan di kelola secara langsung, hingga menyediakan pasar tradisional kampung. (SM-F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *