SABUROmedia, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Maluku, yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon, Prof. Dr Abidin Wakano., M.Ag menerima penghargaan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Award 2026 Kategori Tokoh Toleransi, pada Minggu (25/10/2026) di Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat.

Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar melalui rilisnya, menyampaikan terima kasih kepada DPP PIKI, yang telah memberikan reward kepada tokoh Maluku dalam ajang penghargaan tingkat nasional ini, sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Penghargaan ini menyoroti kontribusi tokoh-tokoh dari berbagai bidang kehidupan. Penilaian diarahkan pada riset, integritas, serta dampak nyata bagi masyarakat, bukan semata-mata popularitas atau ketenaran di ruang publik.

Terdapat delapan kategori penghargaan dalam PIKI Awards 2026, yakni Tokoh Toleransi, Tokoh Lingkungan Hidup, Tokoh Pemberdayaan UMKM, Tokoh Antikorupsi, Tokoh Pendidikan, Tokoh Kesehatan, Tokoh Riset dan Inovasi, serta Tokoh Budaya.

Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, yang juga menjabat Dewan Kehormatan DPP PIKI.

Dalam berbagai hal, Jacky Manuputty mengatakan toleransi tumbuh melalui kesediaan untuk mendengar, memahami, dan hidup berdampingan di tengah perbedaan.

” Di Maluku , saya mengenal seseorang yang sangat giat dalam kerja-kerja keberagaman. Bersama-sama kami mengembangkan gerakan Peace Provocateurs atau provokator perdamaian,” kata Jacky.

Ia menyebut Abidin secara konsisten mencerminkan transformasi Maluku dari wilayah yang pernah dilanda konflik menjadi laboratorium kerukunan.

Abidin Wakano yang juga founder dan Direktur Ambon Reconciliation and Mediation (ARMC) IAIN Ambon, mengatakan penghargaan tersebut bukan tujuan kerja-kerjanya di bidang kemanusiaan, perdamaian, dan toleransi.

Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag juga salah satu tokoh yang menerima penghargaan Umar Ibn Al-Khattab Award BKPRMI Maluku atas kontribusinya dalam penguatan moderasi beragama dan pembinaan umat. Beliau adalah salah satu tokoh perdamaian, akademisi, dan penggerak moderasi beragama terkemuka di Maluku, figur yang gigih mengampanyekan toleransi lintas iman dan kerukunan pasca-konflik horizontal 1999 melanda Maluku.

Beliau menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Sosiologi Pendidikan Islam, dan aktif juga di Pascasarjana Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon.

Prof. Dr. Abidin Wakano mengawali perjalanan kariernya sebagai tokoh dialog antariman dan perdamaian dimulai dari Staf Dian/Interfidei Yogyakarta (2002–2007).

Berikut adalah beberapa rekam jejak dan kontribusi penting Prof. Abidin Wakano, yang juga warga Kahmi Maluku ini dalam mengawal moderasi beragama dan perdamaian:

 Penyemai Damai Pasca-Konflik Maluku: Kiprah kemanusiaannya sangat menonjol pasca-konflik kemanusiaan tahun 1999 di Maluku. Beliau kerap dijuluki sebagai salah satu “provokator damai” karena aktif turun ke akar rumput untuk meredam ketegangan dan merekatkan kembali hubungan antar-umat beragama.

 Merawat Perdamaian Berbasis Kearifan Lokal: Dalam kajian akademik maupun pergerakan sosialnya, ia aktif mengintegrasikan nilai-nilai adat lokal Maluku, seperti tradisi persaudaraan Pela Gandong, sebagai fondasi kultural untuk memperkuat moderasi beragama dan resolusi konflik.

 Akademisi Multikulturalisme: Selain memimpin universitas, disertasi doktornya di UIN Sunan Kalijaga secara khusus membedah akar sejarah perjumpaan Islam dan Kristen di Maluku. Fokus keilmuannya terus berpusat pada studi Islam, multikulturalisme, dan perdamaian.

Beliau bersama sahabatnya Pdt. Jacky Manuputty merupakan salah satu tokoh kunci yang membidani sekaligus menggerakkan kelahiran Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) pada tahun 2004, sebagai organisasi non-pemerintah rumah para aktivis kemanusiaan dan perdamaian.

Selain beliau, penerima PIKI Awards 2026, di antaranya Dr. Bambang Noorsena (Kebudayaan), Saptoyo (Lingkungan Hidup), Gusti Ngurah Anom/Ajik Krisna (Ekonomi/UMKM), Saur Marlina Manurung/Butet Manurung (Pendidikan), mendiang Prof. Dr. Artidjo Alkostar (Antikorupsi), Prof. Dr. Abidin Wakano (Toleransi), Gugun Gumilar, Ph.D. (Kebebasan Beribadah), serta Yayasan Buddha Tzu Chi (Lembaga Filantropi) beserta kategori lainnya dari DPP PIKI.

Profil Singkat PIKI
Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) adalah organisasi kemasyarakatan yang menghimpun kaum cendekiawan, akademisi, profesional, dan pemikir Kristen di Indonesia. Berdiri pada 19 Desember 1964, PIKI menjadi wadah bagi kaum inteligensia Kristen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pemikiran, penelitian, pengabdian, dan keterlibatan dalam kebijakan publik.

Pada periode kepengurusan 2026–2031, Maruarar Sirait menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI, menggantikan Dr. Badikenita Sitepu. (SM)