SABUROmedia, Ambon — Masjid Kampus Universitas Pattimura menjadi tuan rumah kunjungan PP AMKI sekaligus Silaturahmi Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Maluku di Masjid Gimelaha Majira Universitas Pattimura, Ambon, Jum’at (24/07/2026).
Silaturahmi AMKI Maluku kali ini dirangkai dengan Sholat Jumat bersama, dimana Ustadz Muhammad Nusran, selaku Ketua Bidang Pengembangan Sains & Teknologi PP AMKI sebagai khatib Jum’at.
Acara ini merupakan forum untuk saling belajar dalam meningkatkan kualitas manajemen masjid kampus serta mendorong masjid kampus yang inklusif dan menciptakan SDM yang berkualitas.
Kegiatan digelar atas kolaborasi Masjid Unpatti dengan masjid kampus lain, yaitu Masjid UIN AMSA, Politeknik Negeri Ambon, Unidar, STIA Alazka dan Poltekes Ambon. Acara diikuti oleh perwakilan dari Masjid Kampus di Kota Ambon, baik dari mahasiswa maupun DKM masjid.
Hadir juga Haris Tamalene., M.Si selaku Sekretaris Pimpinan Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia Maluku, Amir Rumra., M.Si selaku DKM STIA Alazka, Dr M. Syafin Soulissa selaku DKM UIN AMSA, Yunus Rahawarin., M.Ag selaku DKM Unpatti, Husein Marasabessy., M.Si – Sekum PW DMI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar., M.Si selaku Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku, Dr Ruku Ratu Borut – MPW ICMI Maluku dan Sahlan Heluth., M.Si selaku Direktur Pattimura Media Group (PMG) Unpatti.
Mengawali forum ini kemudian, aktifis Himpunan Mahasiswa Islam, yang juga mahasiswa Teknik Perkapalan Unpatti, Amien Saragih mewakili teman – temannya yang juga pengurus Masjid Kampus Unpatti selama sekitar 5 tahun bersama teman – temannya, berharap ada fasilitas beasiswa bagi mereka yang aktif menjadi pengurus masjid kampus dari PP AMKI, khususnya untuk beasiswa S-2 kedepan, harapnya.
Acara Silaturahim juga diisi oleh pemberian materi Kajian ba’da Jum’at oleh Ketua Bidang Pengembangan Sains & Teknologi PP AMKI, Bapak Muhammad Nusran.
Melalui kesempatan ini, Beliau mengajak agar AMKI Maluku bisa aktif, dorong pembentukan AMKI Muda hingga AMKI disetiap Kampus yang ada Masjid dan Mushola. Melalui kesempatan ini juga, dia mengajak agar Masjid kampus dapat berbenah, lahirkan program – program yang bisa meramaikan aktifitas di Masjid, dengan membangun kolaborasi dengan semua pihak, baik Civitas Akademika Mahasiswa – Dosen juga OKP/ Ormas Islam lainnya, seperti DMI – BKPRMI. Disamping itu, Masjid juga sebaiknya dilengkapi dengan fasilitas Masjid seperti Wifi, Perpustakaan hingga makan bersama di hari Jum’at atau Buka Puasa Sunah Bersama, jelas Dosen dan Peneliti UMI Makassar ini.
“ AMKI Muda memiliki serangkaian program dan kegiatan tingkat Nasional Seperti Jambore Nasional AMKI Muda, Spiritual Camp dan Latihan Mujahid Dakwah (LMD), para mahasiswa AMKI Muda akan bersilaturahmi dan berjejaring dengan sesama mahasiswa seluruh Indonesia bahkan tingkat Internasional,” sambung Muhammad Nusran , yang juga menjabat Ketua 1 PW MES Sulawesi Selatan ini.
Sebelumnya beliau juga mengupas Perjalanan hidup manusia menurut Al-Qur’an dan Hadis melalui fase alam ruh, alam rahim, dunia yang fana, alam barzah, hingga hari kiamat dan akhirat dalam mimbar khatib Jum’at.
Menurutnya, “ Perjalanan hidup manusia menurut Islam tidak dimulai saat seseorang dilahirkan ke dunia, dan juga tidak berakhir ketika meninggal dunia. Islam menjelaskan bahwa manusia akan melewati beberapa fase kehidupan, mulai dari alam ruh, kehidupan di dunia, alam barzakh, hingga kehidupan yang kekal di akhirat, “ jelasnya.
Memahami tahapan ini penting agar setiap Muslim menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Oleh karena itu, setiap amal yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
1. Alam Ruh
Tahapan pertama dalam perjalanan hidup manusia adalah alam ruh. Sebelum diciptakan ke dunia, seluruh ruh manusia telah berada di hadapan Allah SWT.
2. Kehidupan di Alam Rahim
Peniupan ruh ke dalam janin pada usia 120 hari beserta penetapan rezeki, ajal, amal, dan nasibnya (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW menjelaskan bahwa penciptaan manusia berlangsung secara bertahap hingga Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh serta menetapkan rezeki, ajal, amal, dan kebahagiaan atau kesengsaraan seseorang.
3. Kehidupan di Dunia
Dunia merupakan tempat manusia diuji. Allah SWT memberikan nikmat, amanah, dan berbagai ujian untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Selama hidup di dunia, manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, serta menjauhi segala larangan-Nya.
4. Alam Barzakh
Ketika seseorang meninggal dunia, ia memasuki alam barzah atau alam kubur. Alam ini menjadi pembatas antara kehidupan dunia dan hari kebangkitan. Meskipun demikian, hakikat keadaan alam barzah merupakan perkara gaib yang hanya diketahui secara pasti oleh Allah SWT berdasarkan keterangan dari Al-Qur’an dan hadis.
5. Hari Kebangkitan (Yaumul Ba’ats)
Setelah kiamat terjadi, seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya.
Mereka kemudian dikumpulkan di Padang Mahsyar, Tempat dataran luas yang rata dan putih tempat dikumpulkannya seluruh makhluk dari manusia pertama hingga terakhir untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.
6. Hisab dan Mizan
Pada fase berikutnya, seluruh amal manusia akan dihisab (dihitung) dan ditimbang (mizan).
7. Surga atau Neraka
Tahapan terakhir dalam perjalanan hidup manusia adalah kehidupan yang kekal di akhirat. Surga menjadi balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan neraka merupakan tempat pembalasan bagi mereka yang kufur dan durhaka kepada Allah SWT, sesuai dengan keadilan dan rahmat-Nya, jelasnya.

AMKI (Asosiasi Masjid Kampus Indonesia) sendiri saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Hermawan Kresno Dipojono, adalah organisasi independen yang berkedudukan di Bandung dengan sekretariat di Masjid Salman ITB, yang didirikan pada 30 Mei 2004. (SM)