SABUROmedia, Ambon – Isra Miraj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini diperingati sebagai perjalanan suci Rasulullah sekaligus tanda kekuasaan Allah SWT.

Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sedangkan Miraj adalah perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha.

Peristiwa Isra Miraj terjadi setelah dua orang yang paling Rasulullah cintai meninggal dunia. Kedua orang tersebut adalah paman Rasul yang bernama Abu Thalib dan istri Rasul yang bernama Siti Khadijah.

Isra Miraj adalah perjalanan spiritual untuk bertemu langsung dengan Allah SWT dan melihat singgasana-Nya. Maka sebelum melakukannya, ada rangkaian spiritual yang harus dilalui Rasulullah lebih dulu.

Hingga akhirnya dari peristiwa Isra Miraj itu tercetuslah perintah salat lima waktu yang diwajibkan bagi setiap umat Islam.

Peringatan Isra Mi’Raj Dari tahun ke tahun selalu dilakukan oleh umat Islam di dunia.

Memperingati momentum Isra Mi’raj tersebut TPQ Al-Huda Oihu, melakukan peringatan Isra Mi’Raj dan Khatam Qur’an sebagai wujud mengenang peristiwa Isra Mi’Raj yang berlansung di Kota Ambon pada hari Sabtu, 13 Maret 2021 pukul 20.15 WIT di Lingkungan Kampung Oihu Desa Batumerah.

Ketua TPQ AL-HUDA Kampung Oihu Ustadzah Maya Mawe di sela-sela peringatan Isra Mi’Raj dan Khatam Qur’an yang dilaksanakan itu, kepada saburomedia.com ia mengatakan Khataman momentum yang tepat, dalam rangka peringatan isra mi’raj dan juga pembentukan karakter bangsa dan umat Islam yang sarat dengan rahmat dan hidayah.”tururnya kepada saburomedia.com, Minggu/14/03/2021.

Dikatakannya, Al-Qur’an adalah Kitab Suci Umat Islam yang harus diagungkan, dibaca dan dipahami isinya dan sebagai umat mayoritas dengan keanekaragaman suku dan budaya tentunya Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan.

”Sangat memprihatinkan, dengan jumlah mayoritas generasi muda terjerumus dalam dunia narkoba dan perjudian, bahkan para pengambil kebijakan lupa dengan Al Qur’an,” terang Ustadzah Maya Mawe.

Selain itu, Ustadzah Maya Mawe berharap dengan pelaksanaan khataman Al Qur’an diperingatan isra mi’raj ini dapat menciptakan muhasabah rasa intropeksi diri, dan dengan menyimak serta menghayati isi kandungan Al Qur’an hidup akan lebih berguna dan bermakna.

”Mari tumbuhkan semangat membaca dan mencintai Al Qur’an, dan mulailah dari diri kita, keluarga, anak didik dan generasi muda,”ajak Ustadzah Maya Nawe (SM-Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *