SABUROmedia, Nuruwe/SBB – Anggaran Belanja Dana Desa 1 Miliar Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diduga kuat dilalap habis oleh Pejabat Kepala Desa Nuruwe Ny. Farida Hetaria/Birahi.

Kurang lebih setahun menjabat menjadi Penjabat Kepala Desa Nuruwe, namun sangat disayangkan Masyarakat mengeluh karena tidak ada pembangunan apapun yang dikerjakan, semua program tidak jalan karena anggarannya diduga masuk kantong penjabat, Kepala desa Naruwe.

Bukan saja Masyarakat, namun semua perangkat staf Desa mengeluh dan bertanya – tanya uang sebanyak itu dibawa kemana oleh Penjabat Kepala Desa, bahkan baru saja beberapa waktu belakangan ini, Penjabat meminjam uang entah dari mana guna membayar hak – hak Staf Desa dan BPD.

Salah satu Tokoh Masyarakat yang enggan namanya tidak mau diberitakan dalam pemberitaan ini, membenarkan adanya penyalahgunaan anggaran dana desa tersebut oleh penjabat kepala desa. Minggu/14/03/2021 kepada saburomedia.com.

Kata Sumber, pernah saat hendak mencairkan tahap 1 anggaran Dana Desa tahun 2020 usai mencairkan dari Bank, saat kembali dalam perjalanan di dalam mobil Penjabat membagi – bagi uang tersebut dengan beberapa orang yang ada bersamanya di dalam mobil, termasuk Bendahara juga, namun bendahara diberikan hanya Rp. 500.000,- dan bendahara diturunkan pulang dengan menggunakan Roda dua , dan tidak lagi bersama – sama dengan penjabat di dalam mobil tersebut.”Jelas toko masyarakat yang tidak mau disebut namanya itu.

Toko Masyarakat yang tidak mau disebut namanya ini menyampaikan bahwa, hal ini terlihat jelas mulai dari anggaran untuk ( BUMDES )Badan usaha milik Desa senilai 100 juta pun nihil, diduga kuat dilalap oleh Pejabat, karena berdasarkan informasi yang dihimpun Saburomedia.com dari sumber.

Selain itu, ketua Bumdes Will Mail mengatakan Hingga saat ini Bumdes tidak jalan karena anggaran hanya di sebut – sebut namun setiap saat pencairan ADD tak kunjung datang uang Bumdes dimaksud.”tandas Maill

Informasi jelaspun terkait penyalahgunaan anggaran Dana Desa yang dilakukan oleh Penjabat, kata toko masyarakat itu,
“Bendahara, Kaur pembangunan sangat tahu perlakuan Penjabat Kepala Desa Ny.Farida Hetaria/Birahi terhadap Anggaran Dana Desa, bahkan Sekretaris Desa sangat tahu anggaran – anggaran tersebut ke arah mana yang di lakukan Penjabat.”ungkap toko masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

Masyarakat dan tokoh Masyarakat, serta semua elemen Masyarakat yang ada di Desa Nuruwe meminta agar pihak yang berwajib, baik, polres SBB, Kejaksaan Negeri Piru, serta inspektorat dan bahkan Ditkrimsus Polda Maluku agar segera memeriksa Penjabat Kepala Desa Nuruwe Ny.Farida Hetaria/Birahi, bahkan Bupati pun harus bersikap tegas segera sebab yang dilakukan tidak sesuai dengan sumpah jabatan yang di ucapkan dan tanggungjawab yang embankan maka perlu mencopot Penjabat tersebut dari jabatannya, Tutupnya, (SM-Erol Ox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *