SABUROmedia, Ambon – Tentunya kita ketahui bersama, bahwa Beasiswa merupakan bantuan keuangan yang diberikan kepada perseorangan Siswa yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh siswa tersebut.
Tetapi pada kenyataannya Beasiswa ini juga kadang menjadi persoalan yang sering terjadi seperti halnya berupa, pemotongan Angaran Beasiswa yang di terima oleh para siswa yang seharusnya didapat sesuai dengan jumlah yang ditentukan, tetapi ironisnya di jaman sekarang ini masih ada sekolah yang nakal dalam praktek pembagian Beasiswa dimaksud. ,
Seperti yang dialami oleh 31 Siswa pada SMA Negeri 19 Aboru, Pulau Haruku, Maluku Tengah. Para siswa ini mengeluh dengan sikap yang dilakukan oleh Kepala sekolah ( Kepsek ) yang biasa disapa murid dengan sebutan ibu Korputih, diduga telah Melakukan pemotongan Beasiswa Muridnya sendiri.
Hal ini di sampaikan salah satu Siswa SMA 19 Aboru kepada Saburomedia.com di Negeri Aboru, Pulau haruku Kabupaten Maluku Tengah hari ini Jumat 12/03/2021
Siswa yang namanya di minta untuk tidak disebutkan ini, mengatakan bahwa Beasiswa PIP SK 14 Tahun 2020 yang diterima oleh kami 31 Siswa di SMA 19 Aboru senilai 1.000.000, tetapi malah tidak sesuai, justru kami hanya mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp 525.000 Dari Uang 1.000.000 yang seharunya didapat.
Lanjut siswa yang tidak mau disebut namanya itu bahwa, Ibu Korputi ( kepsek ) memotong uang beasiswa dengan mengatakan kepada kami para siswa bahwa dari uang 1.000.000 tersebut ada dilakukan pemotongan untuk transportasi PP ( Kepsek )sebesar 150.000 dan 300.000 untuk uang Komite, dan uang Atministrasi sebesar 25.000.
“Jadi total yang dipotong dari uang Beasiswa tersebut sebesar Rp 475.000, dari uang beasiswa yang kami harus dapat Rp 1.000.000, sehinga Kami para siswa hanya menerima uang beasiswa Kami sebesar Rp 525.000.”jelas Siswa yang tidak bisa disebut namanya itu.
Harapan kami, Pemerintah lewat dinas terkait dapat memperhatikan sikap ( kepsek ) yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan atas hak para siswanya seperti memotong uang beasiswa kami, sebab ini sudah ( Pungli ) dan ini harus diberi sangsi supaya jangan ada lagi kepsek-kepsek yang seperti ini di setiap sekolah.”tutupnya,( SM-Erol Ox )