SABUROmedia, Namrole – Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Mentri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, DR. Surya Tjandra, SH. LL bersama rombongan di Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), selama dua hari, mulai dari hari Kamis 25 hingga Jumat 26/2/2021  kemarin, sekaligus meresmikan kantor perwakilan BPN di Buru Selatan.

Kunjungan Kerja  Wamen ATR/BPN bersama rombongan dalam rangka, meresmikan kantor pelayanan pertanahan perwakilan kabupaten Bursel dan mengunjungi lahan persiapan pembangunan kantor baru perwakilan serta bertatap muka dengan jajaran pimpinan OPD, TNI/Polri dan sejumlah tokoh masyarakat.

Wakil Mentri ATR/BPN DR. Surya Tjandra dalam sambutannya mengatakan bahwa, pemerintah pusat sangat mendukung rencana pembangunan kantor perwakilan ATR / BPR yang ada di Kabupaten Bursel. Olehnya itu, kami berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten ini, agar dapat memperhatikan Master Plane dan tata ruang, “ujar Surya Tjandra dalam sambutanya itu.

Kata Surya Tjandra, dengan berdirinya kantor perwakilan ini, dapat mempermudah pelayanan pengurusan sebuah setvikat tanah dan tidak melangkah jauh di kabupaten Buru lagi, olehnya ajaknya kita semua dapat mendukung program Pemerintah, ”tuturnya.

Selain itu, Bupati Kabupaten Bursel Dr. Hi. Tagop Sudarsono Soulissa, SH. MT, dalam sambutanya  yang dibacakan Plh Sekda, Ahmad Sahubawa bahwa, mengatakan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Wamen ATR / BPR yang telah meringankan masyarakat dalam proses pengukuran dan pendaftaran tanah pemisah bidang tanah dan proses balik nama tidak perlu untuk melakukan perjalan sampai ke kabupaten buru.”ucap Bupati Bursel

Kata Tagop, Dengan adanya siapakah dalam pelayanan pertanahan, tentunya dapat memperlancar program pembangunan daerah, meningkatkan perekonomian rakyat, mendapatkan jaminan perlindungan hukum dan mengurangi atau mengatasi sengketa pertanahan.”ujar Bupati Bursel dalam sambutanya yang dibacakan Plh Sekda, Ahmad Sahubawa.

Untuk itu, Saya juga menyadari bahwa kabupaten ini pada tahun 2008, mengalami masalah dalam pelayanan mengingat waktu perjalanan sekitar 3 jam menuju kator pertanahan kabupaten buru.”tutur Bupati Bursel.

“Walaupun demikian, kami juga merasa sangat terbantu dengan adanya program Pemerintah melalui kegiatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) yang sampai ke desa- desa terpencil di daerah kami, ”ucap Bupati dalam Sambutannya itu. (SM/AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *