SABUROmedia, Ambon – Ketua Umum Hmi Cabang Ambon Burhanudin Rumbouw mengatakan di tengah-tengah pendemi covid 19 di kota Ambon banyak janji yang disampaikan oleh walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada masyarakat yang terkena dampak pendemi  covid-19 akan diberikan bantuan, namun janji yang di sampaikan tak kunjung di tepati.

Rumbouw menilai tim gugus covid 19 kota Ambon tidak serius dalam menerapkan protokol kesehatan dan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan target untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid 19. Faktanya PSBB tahap pertama sampai PSBB tahap 4 anggaran yang di habiskan 53 M sesuai data yang di sampakan oleh DPRD kota ambon namun yang terjadi kota ambon tetap pada zona oranye, hal ini yang kemudin sangat berdampak terhadap kondisi sosial, ekonomi dan pendidikan di kota ambon yang semakin memburuk akibat kebijakan yang tidak adil dan tidak efektif.

Rumbouw juga tegaskan bahwa pemkot Ambon harus traspransi soal jumlah dana covid 19 sebanyak 214 M yang di keluarkan untuk penanganan covid 19 sejak awal 25 Maret 2020 sampai pada PSBB Trsnsisi tahap XIII. Penggunaan anggaran yang bagitu banyak namun dampak mudaratnya terhadap masyarakat semakin meningkat.

Rumbouw juga menilai Pemkot Ambon tidak adil dalam menerapkan aturan. Hal yang terjadi saat ini bioskop sudah buka, namun PT NAV karaoke tidak di buka.  Bahkan penegakan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pada PSBB transisi XIII, masih menggunakan aturan yang sama pada PSBB transisi tahap XII sebagaimana ditetapkan, namun masi banyak kerumunan bahkan masyarakat yang tidak menggunakan masker di pasar-pasar,  di mobil angkutan. Kondisi ini yang kemudin menyebabkan tinggkat kepercayaan masyarakat terhadap pemkot ambon semakin menurun, akibat penanganan covid 19 yang tidak efektif dan hanya sebagai ajang menghabiskan anggaran.

Bahkan pemkot ambon melalui satgas covid 19, yang katanya akan lebih memaksimalkan Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan agar protokol kesehatan diterapkan dengan  baik, Justri hanya berlaku dalam pusat perkotaan, sedangkan daerah-daerah yang jauh dari pusat kota tidak pernah di kunjungi.  Lebih anehnya rumah makan dan tempat-tempat penjualan  lain yang ada di pusat kota selalu di tutup tapat waktu namun yang jauh dari pusat kota tidak di kontrol bahkan tidak pernah di kunjungi oleh Tim gugus covid 19 kota ambon.

“ Semoga walikota ambon dapat mendengar keluhan rakyat kota ambon dan mengevaluasi kerja tim gugus covid 19 dan melibatkan semua stakeholder masyarakat dalam mengawal segala kebijakan dalam penanganan covid 19 di kota ambon,” tututp Rumbow. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *