Oleh : Abdillah Aras Solissa (Mahasiswa IAIN Ambon)

SABUROmedia, Ambon – Langkah menjadi kemerosotan perkembangan zaman ini adalah pemuda dan pemudi sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan problem-problem yang diperhadapkan  bangsa mutakhir ini, maka peranan pemuda dan pemudi  dalam paradigma berfikirnya rasional, universal dan sistematis harus betul-betul adanya di implementasikan kepada pemerintah terhadap kesenjangan sosial yang dihadapi oleh  masyarakat. Selasa, 27 Oktober 2020.

“Dalam penjelasan Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan dan pengakuan dalam sentimen sejarah  perjuangan bangsa Indonesia telah mencatat peranan penting terhadap pemuda dan pemudi dimulainya pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang telah membawa  bangsa Indonesia dari dikotomi orde lama memasuki masa reformasi (Orde baru ).Hal ini membuktikan bahwa pemuda mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dan mengaktualisasikan diri dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan bangsa.

Dewasa ini pemuda sebagai masa depan bangsa, dikarenakan adanya perjuangan yang tak pernah terlupakan oleh sejarah bangsa 28 Oktober 1928 sebagai saksi, secara fundamental berbagai unsur problem yang diperjuangkan menjadi tolak ukur kemajuan bangsa dan Negara, dalam hal ini Pendidikan, Ekonomi, Agama, Budaya Serta Politik berentetan sekali, namun semua mampu diperjuangkannya dan menjadi satu kesatuan  dalam hal ini, empat konsensus bangsa, NKRI, UUD 1945, PANCASILA dan BIHNEKA TUNGGAL IKA.

Pemuda  dan pemudi sumber solusi manakala ketika terjadinya satu stigma dalam kondisi-kondisi sosial kurang mendukung  maka tentunya harus punya responsibility secara sehat, dan pemuda dan pemudi harus mampu mengedepankan nilai-nilai intelektual terhadap patalogi yang sering dirasakan, tak sekali untuk memaksakan hak hingga keadaan kalian namun, sejatinya sebagai pemuda yang berfikir Rasional, Kritis bahkan punya unity yang sama.

Dengan adanya berbagai isu memunculkan rakyat sering dikatakan kaum Mustadfhin maka sepatutnya kita harus punya peranan  untuk mencapai kesejahteraan secara universal. “Luwesnya Responsibiloty sosial dengan semangat mampu menjadikan kita dikenal Aghen of change dan aghen social control maka sejatinya kita harus membangun equlibrium secara utuh agar kita selalu terikat untuk mencapai kebersamaan.

Peran pemuda dan pemudi,  dalam menuju perubahan sejatinya ia akan mampu bersaing dalam ruang-ruang literasi dan membuka ruang diskusi untuk menumbuhkan nilai-nilai intelektual secara bijak dan bersama membangun kolaborasi yang utuh. Maka dari itu, pemuda dan pemudi membangun satu kerangaka berfikir untuk mencapai massa depan bangsa yang kita cintai ini dengan sebaik-baik mungkin agar kita tidak lagi hidup dalam aspek patalogi sosial sebab kemerdekaan yang kita capai belum 100%. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *