SABUROmedia, Ambon – Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang tergabung dalam soliriditas masyarakat Kilmury menggelar konferensi pers minta pihak terkait untuk mengeluarkan pasien Ibu Hamil (Bumil) Deng insiatif HR yang sementara dirawat di ruang isolasi RUSD Haulusi Ambon yang divonis Positif Covid-19. Kegiatan tersebut berlangsung di tribun Lapangan Merdeka (Lapmer), Minggu 04/10/2020 pukul, 10.00 WIT.
Pihak korban Ahmad Yani urat sebagai suami dari pasien ibu hamil 8 bulan, pada konferensi pers itu mengatakan, “Ada dua poin yang harus saya sampaikan, yang pertama adalah meminta istri saya dikembalikan ke rumah untuk dikarantina secara mandiri, karena istri saya dalam keadaan hamil 8 bulan dan butuh perhatian ditenemani untuk kesehatannya.”ujarnya
Poin kedua, “misalkan istri saya tidak bisa dikeluarkan atau masih diisolasi, maka saya bersedia untuk menemani istri saya di ruang isolasi.
“Saya minta kepada bapak Gubernur, Ketua tim Covid-19 yakni Sekda, agar merespon tuntutan saya.”harap Yani
Dikatakannya, sebelum masuk ke ruang isolasi TCM hasilnya positif, dan simpil darahnya di ambil, lalu satu jam kemudian diperiksa dan divonis positif corona setelah itu dibawa ke ruang isolasi. Anehnya saya minta untuk dirapites tetapi pihak rumah sakit tidak setuju. “saya ini bersama istri setiap hari, jikalau istri saya positif Covid-19 maka saya pasti positif juga “ucap Yani.
“kemarin saya masih ragu dengan hasil sweb, tetapi saya sudah diberikan, jadi saya harus percaya kepada apa yang sudah dilakukan oleh Dokter.”pungkas Ahmad Yani.
Pada kesempatan yang sama, Kordinator Soliriditas masyarakat Kilmury, Mohdar Fotty mengatakan, sesuai dengan hasil pertemuan hari ini kami telah mendapat temuan yang sudah disampaikan oleh pihak korban, dan berkontraversi dengan pernyataan RSU Bula.
“kami dari solidaritas masyarakat Kilmury meminta kepada pihak terkait yakni ketua tim gugus Provins Maluku untuk menangani persoalan ini dengan serius dan memberikan teguran kepada dokter terkait di RSU Bula yang telah menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami gangguan janin/air ketubannya habis.”tegas Mohdar
“Harapan kami, pasien korban dapat dikembalikan dan isolasi mandiri di rumah biar di temani oleh keluarga karena pasien tersebut sedang mengandung 8 bulan.”harap Fotty.(Oky Jr).