Connect with us

Nusantara & Dunia

Setahun Sudah Gempa Ambon, Janji Pemerintah Belum juga Terealisasi

SABUROmedia, Ambon – Tepat tanggal 26 september 2020, genap setahun gempa yang melanda wilayah Pulau Ambon yang meluluhlantakan bangunan dan tempat tinggal warga khusus Kecamatan Salahutu terutama Negeri Liang yang merupakan daerah terparah akibat gempa, peristiwa itu tejadi tepat pada 26 september 2019.

Kurang lebih 3000 bangunan rusak dengan kategori ringan, sedang dan berat yang membuat seluruh warga negeri itu memilih meninggalkan rumah dan mengungsi di daerah pegunungan dan hingga saat ini sebagian pengungsi itu masih bertahan hidup disana.

Ini diakibatkan oleh kerusakan bangunan yang membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan rasa takut dikarenakan hingga saat ini masih saja ada gempa susulan, karena rumah mereka ada retak yang hingga saat ini belum diperbaiki disebabkan janji Pemerintah untuk membayar ganti rugi bangunan tempat tinggal tersebut terhitung sejak setahun yang lalu hingga kini belum juga terealisasi.

Kalau hanya persoalan data atau administrasi masa dalam kurun waktu setahun ini tak juga selesai persoalan itu sebenarnya ada apa sehingga dana bantuan itu belum juga diterima oleh warga korban gempa tersebut, ” demikian hal ini disampaikan warga masyarakat Negeri Liang yang juga menjadi korban gempa, Guntur G. Rehalat mempertanyakan saat berbincang dengan Saburomedia.com Kamis (24/09/2020).

” Kami berharap kepada pemerintah baik Pemerintah pusat, Provinsi maupun Kabupaten untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya sehingga bangunan rumah yang rusak total bisa dibangun kembali begitu juga dengan bangunan yang retak-retak dengan katagori rusak sedang dan ringan ini, ” harapnya.

Kata Rehalat, yang juga alumni HMI ini, Kondisi rumah retak-retak juga ini masalah jika tidak secepatnya perbaiki dari retak kecil bisa menjadi besar bahkan bisa rubuh karena gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini. Apalagi dengan kondisi pandemi seperti ini, untuk kebutuhan hari-haru saja terasa susah apalagi untuk membangun atau memperbaiki kerusakan bangunan rumah tersebut.

Rehalat mengaku masih teringat saat kunjungan Pak presiden di Ambon tepatnya di Negeri Tulehu, saat itu dimana Pak Jokowi sudah menyampaikan agar secepatnya penanganan terhadap kerusakan bangunan warga ini.

” Dengan satu tahun gempa tersebut kami berharap tepat tanggal 26 september 2020 ini ada hadiah dari Pemerintah kepada warga korban gempa dengan merealisasikan dana bantuan tersebut di tengah pandemi ini. Sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani dengan semua kondisi saat ini, ” pinta Rehalat. (SM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya dari Nusantara & Dunia