SABUROmedia, Piru – Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Dusdukcapail) terus melakukan program jemput bola dengan terjun langsung ke desa dusun untuk melakukan perekaman ecKTP, KK, dan Akta kelahiran dikecamatan Huamual Kamis-Sabtu (23-25/7) lalu. Hal ini demi meningkatkan pelayanan Disdukcapil kepada masyarakat SBB.
” Dari kamis-sabtu kemarin, kami melakukan kegiatan jemput bola dengan turun melakukan perekaman ke kecamatan Huamual. Tepatnya di beberapa dusun dari Desa Luhu, yakni dusun Eli Jaya, Eli Besar, dusun Tanah Merah, Tapinalu, dusun Temi, Erang dan dusun Ulatu. Dimana, pelayanan kami lakukan sampai jam 04.00 WIT pagi ” kata salah satu ASN Disdukcapil SBB Syahrul Fakaubun kepada SABUROmedia diruang kerjanya Senin, 27/7/2020.
Menurutnya, program jemput bola ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. ” Masyarakat pada dusun-dusun tersebut sangat antusias dalam melakukan perekaman. Sebab, mereka merasa terbantukan dengan program jemput bola ini, ” ungkapnya.
La Nara, Salah satu warga Dusun, yang dikonfirmasi via seluler mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Disdukcapil. ” terima kasih kepada pak Bupati Drs. M. Yasin Payapo dan Dinas Dukcapil yang sudah turun langsung melakukan perkamaan sampai kepelosok dusun. Bagi kami masyarakat kurang mampu sangat terbantukan sekali dengan program ini, dimana kami tidak harus keluarkan biaya lagi untuk kepiruĀ cetak KTP,KK,maupun Akta Lahir. Terima kasih Pak Bupati SBB “, ungkap La Nara penuh syukur.
Dari hasil pencapaian sampai saat ini, kecamatah Huamual yang terbesar, dimana dalam 3 hari berproses tercatat sebanyak 665 orang melakukan perekaman e-KTP, 136 mengurus Akta Lahir, sebanyak 54 orang melakukan perubahan data Kartu Keluarga dan 61 orang mengurus KK baru ” . Urainya
Disampaikan, pihak Disdukcapil berkomitmen memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat demi memperbaiki data kependudukan masyarakat SBB.
” kami tetap berkomitmen untuk terus membenahi sistem pelayanan demi memperbaiki data kependudukan di bumi Saka Mese Nusa. Walaupun, kami harus bekerja ekstra/lembur ditambah lagi terjadi permasalahan dengan jaringan sarver dan jaringan Listrik yang sering padam, kami tetap kerja demi Kas Bae Data “, tutup Fakaubun . (Jabar Pyp)