SABUROmedia, Busel – Pesta Adat Ma’ataa yang berlangsung di Desa Gunung Sejuk dan Lipumangau, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) ini dibuka secara resmi oleh Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani, Minggu (08/03/2020).

Bupati tiba di Baruga Desa Gunung Sejuk dan Lipumangau tempat digelarnya acara pada jam 14.00 Wita, disambut secara meriah oleh masyarakat dan para tokoh adat seperti, Parabela, Waci, Moji dan Kolaki.

Pesta adat yang rutin digelar setiap tahun ini berlangsung selama 4 hari dengan mengangkat tema “ meningkatkan budaya, silaturahmi dan kerukunan dalam masyarakat demi melahirkan generasi yang beradat “.

Prosesi acara adat Ma’taa ini diawali dengan “ Tari Batanda “ yang menandai dimulainya acara. Pukulan gendang dan gong mengiringi gerakan tarian yang diperagakan oleh remaja laki-laki menggunakan selendang yang diiringi nyanyian (Kabanci) dari ibu-ibu.

Tarian ini diperagakan oleh anak muda laki-laki berjumlah 4 orang, yang masing-masing Parabela anak muda (sara ana mohane), Waci anak muda (waci ana mohane), Moji anak muda (moji ana mohane) dan Kolaki anak muda (kolaki ana mohane). Para penari selanjutnya mengalungkan selendang yang berwarna merah ke Parabela orang tua, Waci orang tua, Moji orang tua dan Kolaki orang tua. Pemberian selendang dilakukan seusai prosesi Batanda dilangsungkan.

Alunan lagu serta pukulan gong dan gendang semakin lama semakin meriah saja. Setiap hentakan dari alunan musik harus seirima pula dengan gerak kaki si penari Batanda. Tak berapa lama, selendang itu kemudian diserahkan kepada Bapak La Ode Arusani, Bupati Buton Selatan, yang kemudian menyambutnya dengan ikut berbaur bersama penari mempertunjukan keahliannya dalam seni tari Batanda tersebut. Tarian pun diikuti bersama oleh para Pimpinan SKPD yang ikut dalam rombongan Bupati, untuk ikut menari tari tradisional Buton ini.

Setelah selesai acara tari, dilanjutkan dengan pemotongan ketupat besar (Bongka’ano kalepa), yang di dalamnya berisi satu liter beras yang sudah jadi nasi siap makan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama (pekande-kandea) dan di akhiri dengan doa.

Ketua Ikatan Lipumangau – Gunung Sejuk (Ikalipmagus) Kota Ambon Bapak H. Hamsudin., SE – sebagai rasa kebanggannnya menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, pesta Adat ini merupakan warisan leluhur yang dimiliki saat ini dan hendaklah terus dijaga dan dilestarikan untuk menjadi warisan bagi generasi kita kedepan.

Hal ini juga adalah bagian dari pemaknaan rasa syukur atas segala nikmat Allah SWT bagi keluarga kedua desa. Selain itu, berfungsi sebagai edukasi bagi generasi muda saat ini, untuk menjaga nila – nilai budaya dan agama serta ajang silaturahmi untuk menghindarkan konflik – konflik antar kampung yang marak akhir – akhir ini. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *